"Ah sialan!" Racel melempar asal handphone nya ke atas meja kantin. Mereka yang berada di meja yang sama ikut menoleh ke arahnya.
"Kenapa? Berantem lagi sama Sky?" Tebak Candy, dan Racel hanya menganggukkan kepala, menoleh ke arah lain. Setiap hari, ada aja yang ngehancurin mood nya.
Mereka memang sudah tau bagaimana hubungan Racel dengan Skylar yang memang jarang akur. Sekalinya akur paling cuman beberapa hari. Tapi anehnya tetap langgeng sampai sekarang.
Racel memang punya pacar namanya Skylar. Mereka harus ldr karna Sky nggak tinggal di kota yang sama dengan Racel. Mereka biasanya bertemu sebulan sekali atau bisa dua bulan sekali, tergantung kesibukan masing-masing.
"Berantem mulu heran gw," Sahut Varo.
"Dia duluan yang ngajak ribut," balas Racel tidak terima.
"Udah lah lo berdua sama aja. Sama sama nggak pernah mau ngalah. Ego nya besar." Ucap Relci yang berhasil membungkam Racel.
Racel memang sadar sepenuhnya, apa yang di katakan Relci itu benar. Mau gimana? Sifat manusia memang sulit di ubah. Dia memilih untuk tidak membalas lagi, dan memakan makanan yang berada di depannya. Muak juga mikirin masalahnya sama Sky tiap hari.
"Gema tuh." Tunjuk Varo ke arah pintu kantin.
Di sana, mereka bisa melihat Gema yang berjalan mendekat kearah meja mereka. Tentu saja dengan Rian dan Cara yang setia mengekor di belakang sambil sesekali beradu mulut. Bukan adu mulut yang itu ya.
"Mau makan sesuatu?" Tanya Relci saat Gema sudah duduk di sampingnya.
"Mau melon boleh?" Gema mengatakan itu sambil tersenyum dengan matanya yang ikut tersenyum seperti biasanya. Lagi-lagi, Relci rasanya sangat ingin mengigit pipi Gema.
Relci mengarahkan tangannya mengelus rambut Gema, "boleh, tapi disini nggak ada melon utuh. Salad buah aja mau? Atau mau aku suruh Zian bawain melon kesini?"
Gema menggeleng, "salad aja."
"Oke, tunggu bentar aku beliin." Saat Relci bangun, matanya tidak sengaja berpapasan dengan mata Davian. Ternyata dia melihat ke arah sini sejak tadi.
Relci berjalan menuju stand yaang menjual salad buat. Namun sebelum itu, dia sempat berhenti di dekat Davian dan membisikkan sesuatu.
"Berhenti menatapnya, dan hilangkan apa pun yang sedang kau pikirkan di kepala mu itu." Setelah mengatakan itu, Relci kembali berjalan menuju tujuan utamanya tadi.
Kejadian tadi tidak luput dari pandangan Gema dan juga yang lainnya. Terbesit sesuatu di kepala Gema sekarang.
"Nggak usah mikir aneh-aneh. Relci pasti negur tu orang gila karna natap lo terus dari tadi." Ucap Varo seakan tau apa yang di pikirkan Gema.
"Aku?" Tanya Gema tidak mengerti.
"Iya. lo nggak sadar tu makhluk astral liatin lo terus dari tadi?" Tanya Candy yang membuat Gema menggeleng. Buat apa Davian melihat kearah dirinya, pikir Gema.
"Hati-hati dengan dia Gema." Peringat Bintang yang hanya menyimak sejak tadi.
"Bener tuh. Lo harus hati-hati sama dia pokoknya." Tambah Varo.
Gema mengerutkan keningnya, "Hati-hati kenapa?"
"Relci belum cerita?" Tanya Racel. Gema kembali menggeleng.
Varo, Candy, dan Racel kompak melihat ke arah Bintang. Bintang yang mengerti maksud tatapan mereka menggagukkan kepalanya tanda setuju. Rian dan Cara yang memang tidak mengerti hanya memilih diam dan menyimak saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Relci [End] [Terbit]
Romansa#FOLLOW DULU SEBELUM BACA! #MASA REVISI Biasanya di dalam sebuah hubungan, cowo lah yang akan memegang kendalinya. Namun, Bagaimana jika yang terjadi adalah kebalikannya? sifat yang mendominasi, obsesi, dan yang memegang kendali dalam hubungan malah...
![Gema Relci [End] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/345209377-64-k255226.jpg)