Hallooooooooooooooooo
Happy reading.......
_______________________________
_____________________
Relci berjalan turun dari tangga dengan seragam sekolah yang sudah melekat di tubuhnya.
"Bi Asih," Relci memanggil bi Asih pembantu yang sudah mengurusnya sejak bayi dan sudah di anggap keluarga oleh Relci.
"Iya non?" Jawab bi Asih setelah sudah berada di hadapan Relci.
"Gema belum bangun?" Tanya Relci.
"Sepertinya belum." Jawab Bi Asih sekiranya.
Relci menggangguk saja, dia sepertinya sudah sedikit terbiasa dengan Gema suka tidur, "Tolong di bangunin ya suruh siap-siap sekolah, bisa telat nanti."
"Baik non." Jawab bi Asih dan langsung pergi untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh Relci.
Sepeninggal bi Asih, Relci berjalan menuju ruang makan, dia akan menunggu Gema dan sarapan bersama. Tak butuh waktu lama, Gema sudah turun bersama Bi Asih di belakangnya. Dia sedang bersiap-siap saat Bi Asih memanggilnya tadi.
"Ayo cepat sarapan nanti kita bisa telat," ucap Relci saat Gema sudah berada di sampingnya.
Gema mengangguk dan duduk di samping Relci. Sedangkan bi Asih permisi untuk kembali ke dapur, menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
"Gema nanti lo berangkatnya sama gw ya." Kata Relci di sela-sela tanggannya yang sedang menaruh makanan ke dalam piringnya dan juga Gema.
"Xabiru," ucap Gema tiba-tiba.
kning Relci mengkerut mendengar ucaoan Gema, 'Xabiru?' batin Relci binggung. Namun, sepertinya Relci pernah mendengar nama itu.
"Gema memiliki alterego bernama Xabiru sejak dia berusia tujuh tahun. Saat itu ayah angkatnya mengurung dia di gudang karena tidak sengaja melukai anak kandungnya."
'Ah gw inget sekarang. pantes agak beda' batin Relci lagi.
"Sama aja, mau Gema atau Xabiru sama-sama di satu badan. Pokoknya lo nanti berangkat sama gw," Ucap Relci mengulang perkataannya tadi.
Xabiru diam sebentar sebelum akhirnya mengangguk. Kemudian, mereka melanjutkan sarapan yang bahkan belum di mulai itu.
Selesai sarapan mereka berangkat menggunakan mobil, sedikit repot kalau menggunakan motor karena Relci menggunakan rok.
Relci mengendarai mobilnya dengan tenang, jalan juga agak sepi padahal ini sudah jam dimana manusia biasanya sudah melaksanakan aktifitasnya masing-masing.
"Kenapa nggak kaget?" Tanya Xabiru, memecahkan keheningan di antara mereka berdua.
Relci menoleh sebentar ke arah Xabiru yang duduk di sampingnya, "maksudnya gw nggak kaget denger nama lo? entah, tebakan beruntung mungkin?" alibi Relci, "btw, gimana sama Gema?" tanya Relci untuk mengalihkan topik.
"Dia... tidur." Jawab Xabiru. Relci yang mendengar jawaban Gema hanya mengangguk saja tanda mengerti.
Saat sampai di parkiran sekolah, Relci dan Gema berbicara sebentar dan hal tersebut tidak luput dari tatapan seseorang.
"Kelas gw di ips 1, kalau ada apa-apa lo bisa langsung ke kelas aja atau telpon gw dulu," terang Relci, dia hanya ingin berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu. Dan Xabiru hanya mengangguk saat mendengarnya.
"Ya udah, aku duluan." Xabiru mengelus kepala Relci sebentar, meski dia harus sedikit berjinjit agar bisa menjangkaunya. Dan setelahnya barulah dia berjalan menuju kelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Relci [End] [Terbit]
Romansa#FOLLOW DULU SEBELUM BACA! #MASA REVISI Biasanya di dalam sebuah hubungan, cowo lah yang akan memegang kendalinya. Namun, Bagaimana jika yang terjadi adalah kebalikannya? sifat yang mendominasi, obsesi, dan yang memegang kendali dalam hubungan malah...
![Gema Relci [End] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/345209377-64-k255226.jpg)