15. Kecelakaan

15K 793 32
                                        

Delapan tahun yang lalu........


"Mami...." Relci berlari dengan sangat riang ke arah Anna, Maminya.

"Jangan lari baby girl." Anna mengangkat Relci ke gendongannya.

"Hehe sorry." cengir Relci memperlihatkan deretan gigi putihnya yang lucu.

"Oke, tapi jangan di ulangi lagi hm? kenapa tadi lari lari?" Tanya Anna setelah mencubit pelan hidung Relci gemas.

"Relci mau nunjuin ini ke Mami." Relci memperlihatkan kertas ulangannya dengan nilai sempurna.

"Anak Mami emang pinter." Anna menggelus kepala Relci sayang.

Ya umur Relci mamang masih sembilan tahun, tapi kepintarannya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan anak seusianya.

"Sesuai janji Mami tadi malam, Mami bakal kabulin satu permintaan Relci. Mau apa hm?"

"Apa ya..." Relci meletakkan jari telunjuknya di dagu, seolah-olah dia sedang berpikir keras.

"Relci mau ke Timezone!" Ucap Relci dengan semangat.

"Sudah di putuskan ayo, kita pergi!"

Sampai di timezone Relci bermain segala macam permainan. Dia bahkan berlari kesana kesini untuk mencoba permainan yang menurutnya menarik. Sedangkan Anna sudah lelah mengikutinya di belakang. Dari mana semua energi bocah ini pikirnya.

'Untung gw masih muda, coba kalau tuaan dikit encok ni pinggang pasti.' batin Anna.

Saat sudah lelah bermain Relci berjalan menghampiri Maminya. Dia sudah puas bermain sekarang.

"Udah mainnya?" Tanya Anna saat melihat Relci sudah berdiri di depannya.

Relci mengangguk, "Mami Relci haus." Relci merentangkan tangannya agar di gendong. Anna yang paham langsung membawa putri semata wayangnya ke gendonganya.

"Mau minum apa?" Tanya Anna saat mereka sedang menyusuri mall.

"Relci mau es cream!" Ucap Relci dengan kedua tangan yang di kepalkan ke atas.

"Katanya haus, ya udah deh tapi habis makan ya? Udah mau jam makan siang."

"Oke." Balas Relci dan memberikan jempol ke Maminya. Sedanngkan Anna yang gemas mencium pipi Relci sedikit brutal.

Relci dan Anna masuk ke salah satu cafe di mall tempat mereka berada sekarang. Relci makan dengan terburu-buru karena ingin segera memakan ice cream nya.

"Pelan-pelan sayang." peringat Anna seraya membersihkan mulut Relci yang cemong.

Relci mengangguk dan sedikit memelankan tempo makannya. Anna yang melihat itu hanya bisa menggeleng kan kepala.

"Habis Mami, Relci mau ice cream." setelah makannannya habis Relci langsung menuntut ice cream nya. Oh ayolah dia sangat ingin makan ice cream sekarang.

"Kamu ini..." Anna kembali menggelengkan kepalanya. Ya mau bagaimana pun Relci tetap anak kecil kan.

Setelah itu Anna memesan satu cup ice cream untuk Relci. Kali ini Relci makan dengan sangat pelan, katanya sih biar menikmati. Maminya juga bilang dia bisa makan satu cup.

'Yeee tadi aja buru-buru makannya' batin Anna, dia sedikit terkekeh melihat tingkah Relci.

"Udah belum?" Tanya Anna saat Relci belum selesai juga, padahal udah 14 menit dia nunggu.

"Udah." Jawab Relci dan meletakkan bekas cup ice cream yang sudah habis isinya ke atas meja.

"Mau lansung pulang atau main lagi?"

Gema Relci [End] [Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang