20. Hukuman Zian

13.8K 718 5
                                        

Typo bertebaran

Harap di maklumi

Happy reading....

_________________________________
________________________

Sampai di mansion Relci langsung berjalan menuju tangga dengan Gema yang masih berada dalam gendongan koalanya. Tujuan dia sekarang adalah ke kamar Gema untuk menidurkannya.

Sedangkan Gema hanya diam menyenderkan kepalanya di ceruk leher Relci sambil menghirup aroma khas yang selalu  tercium pada tubuh Relci. Aroma segar bunga namun juga sedikit terasa maskulin, Gema menyukainya.

Relci membuka pintu kamar dengan sedikit hati-hati, agar Gema tidak terjatuh. Berjalan mendekati kasur king size milik Gema.

"Ngantuk hm?" tanya Relci sambil menurunkan Gema dari gendongannya ke kasur.

Gema menganggukkan kepalanya sambil menggosok matanya yang mulai sayu,"sedikit."

"Tidur aja." Ucap Relci sambil menghentikan tangan Gema yang menggosok matanya.

"Temenin ya?" Pinta Gema dengan puppy eyes nya. Dan itu sukses membuat Relci gemas. Ingin rasanya dia menggit pipi Gema sekarang.

"Iya aku temenin." Balas Relci sambil tersenyum.

Relci duduk disamping tempat Gema tidur seraya bersandar di sandaran kasur. Tidak lupa tangannya yang mengelus kepala Gema agar dia lebih cepat tertidur.

"Relci?" Panggil Gema pelan sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat Relci.

"Kenapa hm?"

Gema bingung ingin menjawab apa, dia ingin menceritakan sesuatu pada Relci, tapi dia ragu. Dia takut Relci akan menjahuinya.

"Emm... aku mau melon," bohong Gema.

Gema belum siap, Dia akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakannya nanti.

"Benarkah? Baiklah nanti aku suruh bibi siapkan. Sekarang tidur dulu ya."

Gema mengangguk dan mulai menutup matanya. Dia benar-benar mengantuk sekarang, apalagi elusan yang diberikan Relci di kepalanya membuatnya semakin mengantuk.

Tidak berselang lama, Gema sudak masuk ke alam mimpinya. Relci mulai beranjak turun dari kasur. Ada sesuatu yang harus dia urus sekarang.

"Sleep well baby." Relci mengecup kening Gema sebentar sebelum benar-benar pergi dari sana.

Relci berjalan menuju ruangan gym di mansion. Di sana, dia bisa melihat Zian yang sudah berdiri di atas ring tinju.

Relci mendekati lemari yang berada di sudut ruangan. Lemari itu berisi perlengkapan untuk olah raga. Relci mengambil salah satu sarung tinju dan memakaikan di tangannya.

"Kau sudah siap Zian?" Tanya Relci dengan pandangan dingin nya.

Relci akan sedikit bermain-main dengan Zian hari ini karena dia tidak menjalankan kan tugasnya dengan benar.

"Ya Nona." Zian menjawabnya sambil menunduk.

Sudah lama sejak dia terakhir kali di hukum oleh Relci seperti ini. Dia merasa sedikit kecewa dengan dirinya sekarang.

"Pastikan informasi yang kau dapatkan bisa membantu mu saat menjalani hukuman mu ini," Relci mulai memasang kuda kudanya, "kau sudah tau siapa yang mengurung Gema di gudang?"

"Maaf Nona, saya masih mencari pelakunya." Pukulan pertama berhasil mendarat di sudut bibir Zian. Membuat bibir pria itu sedikit robek dan Darah segar mulai mengalir dari sana.

Gema Relci [End] [Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang