36. jahitan bahu

9.6K 525 6
                                        

Sebelah tangan Relci meraih handphone nya yang berada di saku jas yang di kenakannya. Dia menekan kontak nomor Zian.

"Tolong aku Zian." Tanpa mendengar jawaban dari Zian, dia langsung mematikan sambungan telponnya.

Tak lama kemudia Zian masuk mendekat ke arah Relci dan Gema. Dia bisa melihat Relci yang menahan Gema yang tertidur di bahunya dengan satu tangan.

Zian mengambil alih Gema dan menggendongnya, "bahu anda sakit lagi?" Tanya Zian sambil mengatur posisi Gema agar merasa nyaman.

"Hanya sedikit berdenyut."

Zian menghela napas lelah, "anda menggendong Gema tadi bukan? Sudahlah, kita harus memanggil dokter nanti."

"Buat apa dokter? Ini hanya sedikit berdenyut." Dan Zian tidak memerdulikan perkataan Relci barusan, dia malah keluar duluan dari ruang rapat itu.

'Kakak siapa sih?!' batin Relci.

_________________________________
________________________







Bab ini di hapus untuk kepentingan penerbitan. Bagi yang ingin membaca bab ini bisa membeli novelnya.









_________________________________
________________________

Seperti biasa jangan lupa vote, komen , and follow habis baca.

Bye sayang sayang ku semua....

Jumat, 20 oktober 2023
Ig : huswarelci
Ttk :huswarelci







Gema Relci [End] [Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang