Kalau ada typo tolong di tandai ya, harap di maklumi.
Happy reading.....
Relci CEWE
Gema COWO
___________________________
_________________
Relci mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menikmati dinginnya udara di malam hari, jalan yang di lewatinya cukup sepi karna memang jam sudah menunjukkan waktu tengah malam.
Ciiitt!
Relci mengerem motor mendadak karena ada orang yang menyebrang jalan tiba-tiba. Dia memakirkan motornya dan berjalan ke arah orang yang hampir di tabraknya tadi.
"Sialan, lo kalo nyebrang bisa pake mata nggak sih hah?! Liat kiri kanan jangan asal nyebrang. Kalau gw tadi nabrak lo gimana, mau lo mati muda?!"
"Eh..?"
Gema yang hampir di tabrak Relci tadi hanya menundukkan kepalanya, dia tidak tau harus merespon bagaimana.
"Kalo di ajak ngomong itu di jawab. Bisu ya lo?!" Tanya Relci lagi yang memang sudah kesal.
"Ma-maaf, unghhh..." jawab Gema takut-takut.
Relci sedikit kaget saat melihat Gema yang hampir menangis, "Lah, nangis?"
Namun Gema malah menggelengkan kepalanya, berbohong.
"Loh?, beneran nangis ni bocah? Kenapa nangis sih belum juga gw apa-apain." ucap Relci sambil mengangkat dagu Gema dengan telunjuknya.
Dan lagi-lagu Gema kembali menggeleng.
"Geleng mulu lo, mau dangdutan? Ngapain sih lo tengah malam disini? Anak kecil itu malam tidur, bukan ngelayap tengah malam gini. Udah nggak usah nangis lagi." Ucap Relci bermaksud menenangkan meski sedikit ada campuran meledek.
Jangan salahkan Relci juga menyebut Gema bocah, karena memang tinggi Gema hanya sebatas bahunya.
"Di usir." jawab Gema kembali menunduk.
Relci mengerutkan keningnya, "di usir? Lo di usir dari rumah?" Tanya Relci yang masih tidak percaya.
"I-iya." jawab Gema.
"Trus lo sekarang mau kemana?" Tanya Relci lagi yang di jawab dengan gelengan oleh Gema.
"Capek ngomong sama lo, geleng mulu. Sini naik ikut gw." Tanpa menunnggu jawabn dati Gema, Relci langsung menarik tangan anak itu untuk naik ke atas motornya.
"Mau kemana?" Tanya Gema hati-hati.
"Udah ikut aja, banyak nanya lo kek dora." Jawab Relci asal bunyi.
Gema pasrah mengikuti kata-kata Relci dan naik ke atas motor. Dia sudah tidak peduli kalau di culik atau apa sekarang. Relci kembali mengendarai motor dengan Gema di belakanganya.
Sampai di sebuah mansion, Relci memarkirkan motornya di garasi dan menarik tangan Gema untuk mengikutinya ke dalam.
"Bibii...." panggil Relci.
"Iya non?" Ucap bi Asih setelah berada di dekat Relci dan Gema.
"Kamarnya udah siap?" Tanya Relci.
Bi asih menggangguk sekali, "udah non."
"Bagus, antar nih dia ke kamarnya." Ucap Relci sambil mendorong pelan Gema mendekat ke bi Asih.
"Baik non." Balas bi Asih.
Tadi sebelum ke mansion dia memang sempat menyuruh maid untuk menyiapkan sebuah kamar buat Gema.
"Mari den ikut saya." Ajak bi Asih pada Gema.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Relci [End] [Terbit]
Romance#FOLLOW DULU SEBELUM BACA! #MASA REVISI Biasanya di dalam sebuah hubungan, cowo lah yang akan memegang kendalinya. Namun, Bagaimana jika yang terjadi adalah kebalikannya? sifat yang mendominasi, obsesi, dan yang memegang kendali dalam hubungan malah...
![Gema Relci [End] [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/345209377-64-k255226.jpg)