13. Sorry

15.4K 961 13
                                        

Xabiru sudah selesai di periksa oleh dokter sekolah. Dia tidak makan banyak jadi elerginya tidak parah, hanya ada beberapa bekas ruam di wajah dan tanganya.

Relci memberikan obat dan air untuk Xabiru. Setelah selesai meminum obatnya Xabiru terus memperhatikan Relci, sejak tadi Relci belum berbicara padanya.

"Relci?" Panggil Xabiru saat Relci duduk di sampingnya, dan hanya di balas dengan deheman. saat ini masih berada di uks.

"Kamu kenapa?"

"Kenapa apanya?" Jawab Relci pura-pura tidak mengerti.

"Daritadi kamu nggak ngomong apa-apa. Kamu... marah?" Tanya Xabiru hati-hati

"Emang gw marah kenapa?"

Xabiru juga tidak tau, dia hanya merasa kalau Relci sedang kesal dengannya.

"Gw nggak marah sama lo, gw cuman khawatir." ucap Relci sekenanya.

"Benarkah?" Tentu saja Xabiru tidak percaya begitu saja dengan perkataan Relci sekarang. ekspresi dan jawaban yang di berikan oleh Relci itu sangat berbanding terbalik. pasti ada sedikit rasa kesal yang wanita itu rasakan.

"Ya, jadi lo harus hati-hati lain kali. Kalau sampek ini ke ulang lagi, gw bakal bener-bener marah sama lo. Ngerti?" ujar Relci dan menekan kata-kata terakhirnya.

Xabiru menganggukkan kepalanya. Dia akan mencoba lebih hati-hati lagi lain kali. 

Tangan Relci bergerak mengelus pipi Xabiru yang terdapat ruam, "Pasti gatel."

"Cuman sedikit." Xabiru menggenggam  tangan Relci yang berada di pipinya agar wanita iu sedikit lebihh tenang.

Relci menghembuskan nafasnya, menarik Xabiru ke pelukannya. Relci juga mengelus tangan Xabiru yang terdapat ruam-ruam kemerahan.

BRAKKK!!!!

Rian jatuh tersungkur dengan tidak elitenya di lantai, "AJING CARA SIALAN!!!!! Kenapa lo nendang gw bangke? Duhhh hidung cantik gw jadi sakit kan!!!"

"Salah sendiri lo ngak mau masuk duluan." ucap Cara acuh yang juga tidak merasa bersalah dengan perbuatannya.

"Nggak di tendang juga lah tai." keluh Rian masih setia mengelus hidung manncungnya yang terasa seperti patah.

"Terserah gw lah." walaupun mengatakan itu, Cara tetap membantu Rian untuk bangun.kasian juga kalu di lihat-lihat.

Xabiru sudah duduk dengan tegak sejak Rian terjatuh tadi. Kaget dia dengan kejadian tiba-tiba itu.

Setelah membantu Rian, mereka  berjalan mendekati Xabiru dan Relci di brangkar uks.

"Eumm... Gema kita mau ngomong sesuatu." kata Cara sambil menunduk dan tubuh yang tidak bisa berdiri tenang karena gugup.

"Mau ngomong apa?" Tanya Xabiru.

"Maaf karena gw lo jadi kenak elergi gini. Harusnya sebagai temen gw harus tau kalau temen gw punya elegi. Sekali lagi gw minta maaf." Cara bena-benar merasa bersalah. bisa-bisanya dia tidak tau Gema elergi udang padahal mereka sudah berteman hampir tiga tahun lamanya.

"Iya padahal kita udah temenan lama tapi gw malah nggak tau kalau lo punya elergi. Emang gw temen yang nggak baik. Maafin gw juga Gema," ucap Rian menimpali perkataan Cara.

Sedangkan Relci hanya diam memperhatikan iteraksi pertemanan itu. tidak berniat untuk menghancurkan momen penting seperti ini. Setidaknya Gema masih memiliki teman yang baik di sisinya.

Gema tersenyum tipis dengan apa yang di ucapkan teman-temannya, "Nggak apa-apa, salah aku juga karena nggak pernah bilang sama kalian."

"Nggak itu bukan salah lo, ini salah gw yang bego." bantah Cara.

Gema Relci [End] [Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang