Chapter 17

59 4 0
                                        

Hari demi hari berlalu, Luffy telah menghabiskan waktu liburannya hanya dikamar. Setelah kejadian itu Luffy yang biasanya paling aktif digrup kini online saja tidak ada, apalagi Nami. Luffy sangat bersalah dengan jawabannya tapi orang tuanya menyebutkan bahwa "jika pasangan mu yang menyatakan cintanya duluan, dia hanya penasaran Luffy.. Mommy mohon untuk ditolak ya??" Ini perkataan dari mommy Luffy ketika Luffy masih umur 14 tahun

Thousand Sunny
Anda, Brook, Chopper, Franky, Nami
Sanji, Zoro, Usop, Jimbei

Bukankah besok
hari pertama kita sekolah
lagi?  ²⁰•¹³ - Usop

Yah begitulah jujur
aku malas sekolah
besok ²⁰•¹³ - Brook

@luffy kau kemana?
²⁰•¹³  -Chopper

@nami-chan Nami?
²⁰•¹⁴  -Sanji

Ada apa Sanji-kun?
²⁰•¹⁸  -Nami

Akhirnya kau
membalasnya aku khawatir
²⁰•¹⁸ -Sanji

Read

Chat digrup berakhir, teman teman Luffy tau kini Nami dan Luffy sedang bersedih, pertemanan mereka hancur karena rasa cinta..

Kini Luffy meringkuk dibawah selimut, tidak melihat hp dan tabletnya, murung setiap saat, dan makan pun jarang. Luffy yang biasanya pantang menolak makanan, kini menolak apapun yang ditawarkan padanya terserah apakah itu daging, sup, atau apapun itu Luffy tidak ingin memakannya. Luffy hanya memakan buah peach yang diberikan setiap hari oleh mommynya.

Tok.. tok.. tok
"Sayang, mommy masuk ya?" Tidak ada jawaban Robin memutuskan untuk masuk dan terkejut melihat kondisi kamar anaknya. Kamar yang biasanya rapih, lampu selalu dinyalakan, boneka yang tersusun rapih kini telah menjadi kapal pecah bercak darah ada dilantai, kamar gelap gulita, gorden tidak dibuka, dan tempat tidur yang masih berantakan.

Robin dan Dragon masih belum menanyakan kenapa Luffy menangis 5 hari lalu? Dan ketika pulang dia langsung mengurung dirinya. Robin dan Dragon memang memberikan waktu sendiri pada Luffy, tapi ini sudah berlebihan..

"Sayang.." panggil Robin
Selimut itu bergerak, mengisyaratkan bahwa ia berkata apa

"Bisakah selimutnya dibuka dulu?" Diam.. tak ada jawaban, sampai akhirnya sosok kecil keluar dari selimut. Mata bengkak dan sembab, jelas ia beberapa hari ini menangis isakan masih terdengar walaupun kecil.

Robin diam dan memeluk Luffy tanpa bicara, rasa hangat yang diberikan Robin membuat tangis Luffy pecah, selama ini memang pelukan lah yang Luffy butuhkan. Selang beberapa menit, tangisan Luffy mereda. Luffy kini berusaha untuk menceritakan apa yang terjadi beberapa hari ini

Semua yang terjadi diceritakan oleh Luffy, mulai dari ia yang bermain truth or dare dan sampai ia mengamuk karena kehilangan teman yang ia sayangi..

Robin mulai paham dengan situasi tapi ia tidak mencela Luffy melainkan mendengarkan apa yang dikatakan anaknya sampai habis

"Hiks saat melihat boneka rasanya teringat Nami, mommy Uffy harus apa? Uffy kehilangan teman yang Luffy anggap rumah" Luffy memang menganggap semua temannya adalah rumah, tempat dimana ia bisa tertawa bebas, tempat dimana ia bisa bercanda ria tanpa takut ditegur walaupun Luffy tidak menunjukkan sisi disaat ia sakit.

Cerita terus berlanjut sampai Luffy tertidur, Luffy seperti sudah tidak tidur selama 2 hari ini, kini ia tertidur pulas dimalam hari yang tenang.

Dragon yang juga sudah tau kondisi Luffy dari Zoro ikut prihatin.. dilain sisi Dragon tak ingin anaknya berpacaran, tapi Nami gadis yang baik, tangguh dan bisa menjaga Luffy.. tapi itulah masalahnya Nami seorang Beta dan Luffy seorang Omega, seharusnya Luffy yang menjaga Nami, bukan Nami yang menjaga Luffy. Tapi Dragon tau sendiri anaknya, bagaimana anaknya memiliki penyakit yang belum tau pasti obatnya, penyakit yang bisa memicu kematian jika terlalu lama dibiarkan tapi beruntungnya mereka mendapatkan obat untuk mencegah penyakit Luffy kambuh lagi, sayangnya itu cuma mencegah bukan menghilangkannya..

______________________________________

Auh ah puyeng MWAHAHAHAHHAHA

makasih yang udah baca kalau suka di vote kalau ngga ya syudah nikmati alurnya Bosque:)

What Do You Think?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang