"sumpah gue ngga tau."
"tapi yang bersihin meja dokumen, lo ra." kata shino dengan penuh penekanan, sebagai ketua sie keamanan ia dipercaya untuk menyelesaikan permasalahan antar anggota OSIS
permasalahan kali ini adalah kehilangan barang yaitu sebuah flashdisk, ino kehilangan flashdisknya yang ia taruh di atas meja tempat susunan dokumen yang berada di sanggar OSIS
dan tersangka dalam kasus ini adalah sai, Karin dan sakura sebagai anggota yang piket pada hari ini
terlebih sakura, tersangka utama karena gadis itu yang membersihkan meja dokumen
"kan bisa aja di taruh di tempat lain, terus lupa." sanggah sai yang tidak terima jika sakura di pojokan oleh shino
Hinata meremas tangannya yang bertautan "emm mungkin sih, iya kan no? mungkin aja kita lupa naruh." ucap Hinata menatap wajah ino
"lahh ngga mungkin, gue inget banget kalau tadi gue taruh di atas meja dokumen." sanggah ino
"ya tapi kita dari tadi uda nyari kemana mana ngga ketemu Ino." kata Karin penuh penekanan di setiap kata
"mungkin ngga sengaja kalian buang ke tempat sampah?" ino mengangkat bahunya acuh sembari menatap ketiga temannya yang sebagai tersangka
"jadi gimana ra? udah inget naruhnya tadi dimana?" tanya choji
"dibilangin ngga ada di flashdisk di meja dokumen." jawab sakura
sakura menghela nafas kesal, sudah berapa kali ia bilang bahwa ia sama sekali tidak melihat flashdisk di atas meja yang penuh dengan tumpukan dokumen
bisa bisanya sakura dituduh menghilangkan, padahal lihat saja ia tidak pernah
andaikan ada cctv di sanggar OSIS, mungkin tidak akan begini jadinya
seharusnya sakura hari ini bolos piket dan langsung pulang ke rumah saja, hancur sudah imajinasi sakura untuk menikmati hari libur akhir semester
memang benar hari apes tidak ada di kalender
"gue yang piket sama sakura juga ngga liat flashdisk itu." kata Karin
"lo kan piketnya ngga bagian meja dokumen." Karin merotasikan matanya malas mendengar sanggahan ino
sudah hampir seperempat jam mereka meributkan soal flashdisk
sakura berdecak kesal "itu isinya apasi? sumpah gue ngga liat! gue cuma beresin dokumen yang berserakan habistu udah gaada flashdisk disitu." nafas sakura memburu, menatap tajam teman temannya yang sedang mengintimidasi dirinya
"itu isinya proposal proker sebelumnya dan juga proposal buat dies natalis." jawab ino
bibir sakura terkatup dengan manik hijau yang menatap ino, badan sakura sedikit menegang
dies natalis adalah proker terbesar mereka dan untuk mendapatkan acc dari segala pihak yang bersangkutan di perlukan waktu beberapa bulan
sakura rasa ini bukan masalah sepele lagi
"coba inget inget lagi, lo taruh mana pas beresin meja." sakura menoleh ke arah Sasuke dengan alis yang menukik
mulut sakura rasanya ingin berbusa karena bilang berkali-kali bahwa ia sama sekali tidak melihat flashdisk di meja
sama sekali tidak melihat
"udah jangan salah salahan, nanti aku buat lagi proposalnya." lerai Hinata
"ya jangan gitu dong ta, kita udah capek loh ngetiknya." bantah Ino
sakura menarik nafas dalam kemudian menghembuskan dengan pelan, mengatur kesabarannya yang tersisa "sumpah demi tuhan gue ngga lihat flashdisk di meja dokumen." kata sakura pasrah
