9. Jungkook

1.4K 155 3
                                        

Jangan lupa vote & komen 💜💚

.
.
.

Typo bertebaran 🙏🏻🙏🏻

.
.
.

Pagi darang begitu cepat bahkan seolah waktu berjalan begitu cepat bagi namja manis yang kini masih meringkuk di sudut kamarnya menangis semalaman, matanya sudah merah dan sangat bengkak. Bekas air mata cukup jelas di sekitar pipinya. Jungkook mengusak matanya dan mencoba bangkit meskipun kepalanya sedikit pusing. Dia bangkit melangkah kekamar mandi untuk membasuh wajahnya yang lengkat. Pantulan bayangannya terihat begitu buruk dan menyedihkan. Dia sangat berantakan dan terlihat rapuh, sudah cukup lama dia tak menangis sejak tunangannya pergi jungkook memutuskan keluar dari apartemen mereka dan memilih tinggal di apartemen sederhana yang dia sewa.

Tak hanya jungkook yang tak bisa tidur semalan tapi juga Taehyung. Namja tampan itu kini tengah menahan kantuknya dan berusaha mandi untuk bersiap berangkat ke kampus. Dia melihat ponselnya dan masih tak ada pesan atau panggilan dari seorang yang sudah dia tunggug sejak kemarin. Seorang yang membuat pikirannya terus berputar sejak semalam.

Taehyung mandi dan bersiap hari ini dia akan mengunjungi apartemen kekasihnya dan bertanya langsung pada namja manis itu. Taehyung akan meminta ganti rugi sebuah pelukan hangat dan ciuman manis pagi ini pada kekasihnya itu. Dengan bersemangat taehyung melajukan motornya menuju apartmeen sederhana milik kekasihnya itu. Dia melangkah penuh senyum dan sedikit bersenandung sampai langkahnya tiba di depan kamar yang dia tuju.

Taehyung langsung menekan pin di pintu dan masuk begitu saja seperti biasanya. Langkahnya terhenti saat menatap ruangan tampak kosong dan sedikit gelap seolah tidak berpenghuni. Taehyung masuk memanggil nama kekasihnya berapa kali sebelum akhirnya nanja tampan itu tak menemukan siapapun disana.

Senyumannya luntur bahkan tubuhnya kini meluruh lemas mendudukan diri di sofa tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama. Taehyung menatap sekitar sendu biasanya jungkooknya akan memasak untuknya dan dia sibuk mengganggu.

Disisi lain jungkook turun dari kamarnya dengan pakaian lengkap siap akan ke kampusnya, matanya menatap sosok lain di dapurnya yang kini tengah memasak. Yugyeom bukanlah pria jahat sebenarnya . Dia pria yang cukup baik dan penuh perhatian. Yugyeom tak pernah berlaku tidak baik ataupun menyakiti jungkook secara fisik. Namun namja itu cukup kolot dan tegas dia akan sangat keras jika hal itu menyangkut sesuatu yang menurutnya akan membuat aib.

Jungkook selalu dilarang banyak hal sejak kecil oleh ayahnya, dia dituntut menjadi namja sempurna sepertinya. Sejak kecil dia selalu harus belajar dan belajar bahkan dia sudah di tuntut untuk belajar hal yang belum seharusnya. Dia tak punya waktu untuk bermain apa lagi memiliki teman. Mingyu adalah satu-satunya teman yang diijinkan ayahnya bermain dengannya.

Sejak kecil jungkook suka melukis dan semua hal tentang seni namun semua harus dia pendam karena pernah dia tertangkap basah tengah melukis dan semua alat miliknya yang dia beli dan selundupkan akhirnya di buang dan di bakar di depan matanya.

Jungkook bukanlah anak tunggal dia memiliki seorang adik perempuan yang cantik dan sangat manja bernama jeon jena. Jena sangat berbeda dengannya dia yeoja yang cantik dan pintar, jena sangat pandai bersosialisasi dan memiliki banyak teman. Semua akan mudah menyukai gadis itu karena dia sangat cantik dan menarik. Jena memang sedikit sombong dan pemilih namun semua orang tetap akan menyukainya bahkan ada yang rela melakukan apapun yang gadis itu inginkan.

Sebenarnya seharusnya Jena lah yang di jodohnya dengan Yugyeom namun gadis itu menolak karena belum ingin menjalin hubungan alhasil jungkook lah yang di korbankan. Padahal sebelumnya dia harus menerima pukulan keras yang membuatnya dirawat di rumah sakit selama 3 hari karena sang ayah mengetahui dia seorang gay dan suka dengan hal-hal lucu.

My Pretty boyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang