Jangan lupa vote & komen 💚💜
.
.
.
.
Typo bertebaran 🙏🏻🙏🏻
.
.
.
Hari ini langit tak begitu bersahabat sedari pagi hujan mengguyur seol dengan deras seolah tanpa ampun ingin menumpahkan segalanya. Cuaca begitu dingin bahkan meski penghangat ruangan telah di nyalakan.
Banyak mata kuliah kosong karena cuaca yang tak cukup baik ini membuat para mahasiswa duduk berkumpul karena tak bisa melakukan apapun.
Jungkook duduk sendiri di perpustakaan matanya masih fokus pada buku yang ada di tangannya. Hari ini Taehyung tak bersamanya karena dia tengah meeting penting dengan para anggota BEM. Yoongi bahkan sangat beruntung karena masih bisa bergelung di bawah selimutnya. Sedangkn Mingyu tak bisa bersamanya karena kekasihnya memintanya menemaninya.
Jungkook menghela nafas dia tak begitu punya banyak teman atau mungkin dia tak ingin berteman dengan banyak orang. Selain itu banyak yang menjauhinya karena rumor yang selalu mengikutinya.
Hujan tampak mereda akhirnya membuat jungkook menutup bukunya dan meraih ponselnya mengetik beberapa pesan pada kekasihnya jika dia akan pulang lebih awal karena akan pergi ke cafe untuk bekerja.
Setelah mengirim pesan namja manis itu mengembalikan bukunya lalu keluar. Menyusuri sepanjang koridor samapi matanya menangkap sosok yang sangat dia hindari tengah berada di tengah kerumunan pria dan wanita yang tampak nematapnya kagum.
"Ah jungkook kau ingin kemana ?" Panggil jena begitu lembut
Ya jena selalu memperlakukannya begitu lembut jika di hadapan semua orang dan akan mempermalukannya sejara perlahan tanpa perlu merusak reputasinya karena para pengagumnyalah yang akan melakukannya.
Jungkook pura-pura tak mendengar dia retap melangkah dengan kepala menunduk berusaha tak melihat dan menghindar.
"Eh jalang apa kau tuli, jena memanggilmu" teriak seorang di samping jena
"Mana berani dia, kalo aku jadi dia aku akan bunuh diri saking malu dan ga bergunanya karena punya saudara sesempurna jena" saut yang lain
"Kalian tak boleh berkata sekejam itu, dia terap saudaraku" ucap jena dengan nada pura-pura sedih yang begitu memuakkan di telinga jungkook
Jungkook tetap abai dan terus melangkah tanpa peduli dengan semua kata hinaaan dan cacian yang semakin buruk. Dia tau dan sangat tau sebelum jena datang saja sudah cukup parah dan di tambah gadis itu datang semua hal buruk sebentar lagi akan terus menghantuinya.
Setelah SHS dia sangat bahagia karena jena tak ingin kuliah di tempatnya sekarang dan memilih tempat lain. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia begitu bahagia karena akan terbebas dari iblis itu namun sepertinya hari bagai neraka akan kembali menghampirinya.
Saat tengah memikirkan hari-hari yang buruk akan terjadi padanya membuat namja itu tak fokus dengan sekitar sampai 2 orang berseragam menangkapnya dan menyeretnya masuk ke dalam sebuah mobil dan tak lama setelahnya dia tak sadarkan diri.
.
.
.
Taehyung tengah duduk memimpin diskusi yang cukup serius dia melirik jam di tangannya sudah 2 jam kekasihnya tak ada kabar setelah memberitahunya jika namja manis itu akan pulang taehyung tampak cemas dan gelisah. Perasaannya tak enak dan tak menentu membuatnya ingin sekali segera menyelesaikan semua.
"Kau kenapa tae ?, kau tampak gelisah" tanya jimin yang sedari tadi memperhatikan tinggah sahabatnya itu.
"Jungkook jim, jungkook" jawab tae
KAMU SEDANG MEMBACA
My Pretty boy
FanfictionTaehyung seorang Presma yang sangat populer terkenal karena ketampanannya, kekayaan dan kepintarannya. Namja sempurna incaran semua orang yang tak kenal namanya cinta. suatu hari dirinya akan di jodohkan oleh kedua orang tuanya membuatnya harus men...
