[ Unfinished Story : Prolog ]

489 52 4
                                    

Tema hari ini adalah anak yang bersenang-senang di taman buah strawberry

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tema hari ini adalah anak yang bersenang-senang di taman buah strawberry. Seperti judulnya, hari ini kamu dan teman-temanmu sedang diajarkan cara bertanam oleh sang ibu pemilik kebun.

Dia, yang dipanggil Ibu Kim, menginstruksikan dengan suara lembut dan bahasa sederhana agar anak-anak seperti kalian mengerti.

"Benar, seperti itu. Pintar." Pujinya setelah kamu menanam satu bibitan strawberry ke polybag.

Kamu menundukan wajah malu ketika dia menepuk kepalamu pelan. Anak 9 tahun sepertimu memang selalu senang saat dipuji.

"Gotcha!"

Kamu mematung. Kejadiannya begitu cepat. Suara tawanya terngiang jelas meski bocah lelaki itu sudah jauh melarikan diri setelah mengusapkan sesuatu yang amat mencurigakan di pipimu.

Sulyoon menutup mulutnya.

"P-pupuk kotoran hewan!" Serunya shock.

Anak-anak lainnya ikut ribut.

"Pipi y/n terkontaminasi kotoran, ewh."

"Jauh-jauh dariku. Kau bau!"

"H-hei, bukannya Sungho keterlaluan kali ini?"

Kamu mengepalkan tangan untuk menahan amarah. 'Jangan marah. Ini masih pengambilan gambar pertama jadi jangan mengamuk sekarang.'

Benar. Kamu harus bersabar atau orang-orang akan berkomentar bahwa kamu anak yang bar-bar. Lagi, seperti terakhir kali.

"Pak produser, saya izin mencuci muka sebentar ya." Kamu tersenyum. Pak produser keliahatan bingung namun ia tetap memberikan izin.

"T-tunggu, kamu tidak mau membalasnya?"

"Tidak pak. Itu hanya buang-buang tenaga." Jawabmu mengulas senyum sopan. Paling perkelahianmu akan dijadikannya konten lagi.

Kamu pun lantas bergegas menuju keran untuk membersihkan wajah. Dalam hati kamu berharap semoga dinginnya air ini bisa meredakan kemarahanmu juga. Namun harapan hanyalah harapan. Si setan kecil yang bernama Sungho itu terus mengusilimu dengan berbagai cara.

Mulai dari memberikanmu ekspresi menyebalkan setiap kali bertatapan, menyipratkan air, hingga mengejutkanmu dengan ulat daun yang dia temukan selagi mengurusi tanaman.

"Hei, Sungho." Panggilmu.

Ini adalah waktu istirahat dan semua anak beserta kru diarahkan untuk segera berkumpul di salah satu rumah sewaan terdekat untuk makan.

Hanya saja, kamu tak akan membiarkan bocah itu pergi dengan mudah setelah yang dilakukannya.

Dia berbalik dengan wajah congkak.

"Apa?" Sahutnya mengejek.

Kamu tak menjawab dan kemudian berjalan melewatinya dengan acuh. Sungho terdiam bingung akan tindakanmu. Ia tidak mengira bahwa kamu akan tiba-tiba menarik kerah baju belakangnya dan memasukan sesuatu di sana.

BOY NEXT DOOR IMAGINE 🦜Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang