Seketika suasana mendadak canggung. Rosalinda berusaha menenangkan Cassandra yang masih menangis dengan cara memeluknya sambil membelai rambut gadis Cathuman itu, sedangkan Diky hanya berdiri menyandar ke tembok sembari bersedekap untuk menunggu suasana membaik. Tak ada satu pun perkataan dari mulut mereka karena terus sibuk dengan urusannya masing-masing.
Sepuluh menit lebih berlalu, akhirnya Cassandra mulai merasa lebih baik. Diky pun bertanya pada Rosalinda untuk memecah keheningan. "Oh iya. Ngomong-ngomong, ke mana teman lelakimu itu?"
"Maksudmu si bodoh Mark itu? Dia keluar mencari makanan," jawab Rosalinda singkat.
Diky yang masih bersedekap dan bersandar ke dinding tertegun untuk sesaat. "Malam-malam begini? Bagaimana jika dia disergap vampir yang sedang patroli?"
Rosalinda tersenyum menyungging seakan penuh dengan rasa bangga. "Tenang saja. Kami, bangsa Cathuman, punya naluri dan pendengaran yang tajam."
"Oh," balas Diky singkat. Namun dalam hatinya, ia sangat ingin sekali menghajar wajah Cathuman wanita itu, yang tampak jelas sedang membanggakan kaumnya. Karena tak mau membuat keributan, Diky hanya bisa mengiyakan dan diam saja.
Beberapa saat kemudian, terdengar pintu diketuk oleh seseorang di luar sana. Rosalinda langsung menghampiri dan menanyakan kata sandi, dan dijawab oleh seorang pria yang dikenalnya sebagai Mark dengan jawaban yang benar. Namun, bisikan gaib tak berwujud dari seorang wanita misterius terdengar jelas di telinga Diky hingga membuatnya tertegun.
"Hati-hati, Diky. Ada seorang vampir yang mengikuti Cathuman itu, dan dia juga bersenjata lengkap."
Diky bergegas mendekati Rosalinda. Namun sayang, dia sudah terlebih dahulu membuka pintu. Cathuman wanita itu mendapati Mark berdiri dengan membawa satu kantong plastik penuh dengan makanan berupa ikan dan daging segar. Rosalinda menanyai Mark dengan ketus, perihal kenapa dia begitu lama pergi?
Belum sempat Mark menjawab, ia seketika tumbang akibat sebuah proyektil peluru menembus kepalanya dari belakang. Diky dengan sigap mendorong Rosalinda ke samping untuk menjauhkannya dari pintu yang terbuka. Kemudian Diky membentuk jari telunjuk dan ibu jari tangan kirinya seperti huruf L lalu mengerahkan sebagian tenaga sihirnya. Kurang dari satu detik kemudian, ia melepaskan sihir berupa bongkahan kecil batu mirip seperti melepaskan tembakan menggunakan pistol untuk menyerang balik.
Vampir yang bersenjatakan senapan penembak jitu yang menyerang itu tak mampu menghindar. Dalam sekejap ia tersungkur ke tanah setelah serangan magis tersebut menembus pelindung kepala yang dikenakannya. Diky merasa lega, karena jika terlambat sedikit saja bahaya yang jauh lebih besar pasti akan terjadi. Sementara itu, Rosalinda menangisi jasad Mark yang terbujur kaku tak bernyawa dengan darah yang mengucur deras di kepala bagian belakang.
"Tidak mungkin... Mark, bangunlah!!! Kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini!!!" jerit Rosalinda sembari menangis terisak seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.
Dengan sigap Cassandra menghampiri Rosalinda lalu memeluknya dengan erat. Dia terus menangis sejadi-jadinya karena tak kuasa melihat Mark yang tewas tepat di hadapannya. Diky yang tak tega berjalan keluar dan menghampiri jasad vampir yang sebelumnya ia bunuh, lalu memasukkannya ke dalam lubang hitam dengan tenaga sihir.
Untuk berjaga-jaga, Diky keluar dari bawah tanah untuk mengawasi keadaan. Ia takut jika ada vampir lain yang mengikuti. Lelaki itu berjalan menyusuri gang gelap dan sunyi, yang hanya diterangi oleh sinar bulan di antara langit malam. Beruntung, lelaki itu sama sekali tidak menemukan satu vampir pun di sekitarnya.
Merasa suasana sudah terkendali, Diky kembali menuju ruang bawah tanah. Di sana ia melihat Rosalinda masih menangis sejadi-jadinya, dengan Cassandra yang ikut menangis sambil memeluk Cathuman wanita itu. Untuk membersihkan tempat kejadian pembunuhan sebelumnya, Diky memasukkan jenazah Mark ke dalam lubang sihirnya dan meminta dua gadis manusia setengah kucing itu untuk masuk. Tak lupa Diky memasukkan sekantong makanan yang dibawa oleh Mark ke dalam.

KAMU SEDANG MEMBACA
(Moved to Karyakarsa) Navanea, 300 Years After
Viễn tưởng(From author of Another World Chronicles & Utusan Kristal Suci). Tiga ratus tahun berlalu setelah pertempuran di seluruh Navanea terjadi. Umat manusia yang kalah hanya menjadi budak dan diperlakukan semena-mena oleh bangsa elf, iblis, malaikat, dan...