Cassandra mengangguk sesaat lalu menambahkan, "Tuan Diky benar. Mereka tidak boleh dibiarkan begitu saja!"
Rosalinda hanya bungkam dan menatap anak-anak yang berebut makanan, hingga membuat kegaduhan di sekitar ruangan. Rosalinda menarik napas dalam lalu berujar dengan nada kesal. "Bagaimana caranya kita bisa keluar dengan penjagaan ketat dari vampir-vampir sialan itu?!"
Diky bersedekap lalu menjawab, "Aku akan membuka portal magis yang langsung menuju desa. Jadi, kita tidak perlu keluar dari tempat ini."
Seketika Rosalinda tertegun, diikuti oleh para Cathuman cilik yang berhenti bertengkar. Salah satu dari mereka, Cathuman wanita yang berusia kurang lebih sekitar delapan tahun, mendekati Diky dengan mata yang berbinar. "Apa Tuan bisa sihir? Aku benar-benar ingin melihatnya!"
Diky sempat menggaruk kepalanya karena merasa canggung. Ia sama sekali tidak menyangka, apa yang dikatakannya justru menarik perhatian para Cathuman cilik itu. Karena tidak kunjung melihat sihir, gadis Cathuman kecil tersebut merengek dan berkata, "Ayolah, Tuan! Aku benar-benar mau melihat sihir!"
Diky sempat menolak dengan alasan sihir miliknya itu terlalu berbahaya. Namun tak hanya gadis Cathuman kecil itu saja, semua anak-anak manusia setengah kucing lainnya merengek bersamaan karena ingin melihat sihir secara langsung. Merasa tak ada pilihan lain, Diky menghela napas dalam lalu menengadahkan tangan kirinya sambil mengerahkan tenaga sihirnya. Tak lama berselang, muncul air yang memancur deras dari telapak tangan lelaki itu hingga membuat anak-anak Cathuman bertepuk tangan karena kagum dan kegirangan.
"Wow! Baru kali ini aku melihat sihir secara langsung! Tuan benar-benar sangat hebat!" ucap Cathuman wanita kecil pertama.
Rosalinda yang tak percaya menunjuk Diky dengan tatapan membelalak. "Kau… Kau bisa menggunakan sihir?!"
Diky hanya mengangguk sesaat. Dalam sekejap ia menghentikan pancuran air di tangan dengan cara menutupnya, lalu diikuti sorak riuh dari para Cathuman cilik karena merasa kagum. Diky menoleh ke arah Rosalinda dan berkata, "Jadi, apa kau percaya padaku sekarang?"
Rosalinda hanya mengangguk lemah, namun dengan wajah yang masih tampak tercengang. Kemudian Cassandra angkat bicara. "Ayo, Tuan Diky. Kita harus kembali ke Wianfield secepatnya."
Seketika Diky mengangkat sebelah alisnya setelah mendengar nama asing yang diucapkan Cassandra sebelumnya. "Wianfield? Apa itu?"
Cassandra menepuk keningnya untuk sesaat lalu menjawab, "Itu adalah nama desaku tinggal. Maaf Ayah lupa memberitahumu."
"Ah, jadi begitu rupanya," kata Diky sembari mengangguk pelan beberapa kali. Tak mau menyia-nyiakan waktu, ia merentangkan tangan kirinya ke samping dan mengerahkan tenaga sihirya. Dalam sekejap terbuka lubang portal hitam tak jauh dari lelaki tersebut.
"Kalian cepat masuk. Aku sudah membuka jalan untuk tiba ke Wianfield."
Rosalinda meminta anak-anak Cathuman untuk masuk ke dalam portal. Meski sempat merasa takut, Diky meyakinkan mereka jika portal sihirnya itu aman. Tak lama berselang, Rosalinda beserta para manusia setengah kucing cilik itu pun langsung masuk.
Melihat Diky yang masih bergeming, Cassandra dengan ekspresi keheranan bertanya, "Kenapa Tuan tidak masuk?"
"Jika aku masuk duluan, kau pasti akan tertinggal. Apa kau mau tinggal di sini sendirian?" jawab Diky datar.
Refleks Cassandra menggeleng karena merasa terkejut. "Makanya, kau cepat masuk. Aku akan menyusul belakangan."
Cassandra mengangguk pelan lalu memasuki portal sihir, diikuti oleh Diky setelahnya. Hanya dalam hitungan beberapa detik saja, mereka beserta Rosalinda dan para anak-anak Cathuman kini tiba di Wianfield, lebih tepatnya di depan rumah Tetua Desa.

KAMU SEDANG MEMBACA
(Moved to Karyakarsa) Navanea, 300 Years After
Fantasy(From author of Another World Chronicles & Utusan Kristal Suci). Tiga ratus tahun berlalu setelah pertempuran di seluruh Navanea terjadi. Umat manusia yang kalah hanya menjadi budak dan diperlakukan semena-mena oleh bangsa elf, iblis, malaikat, dan...