⚜️⚜️⚜️
NICHOLAS dan Anastasia akhirnya tiba di Kastil Swindon. Para penduduk yang tinggal di sekitar kastil berbondong-bondong memadati jalan yang dilalui oleh rombongan kereta kuda Sang Pangeran. Wanita-wanita dari masyarakat tersebut menghiasi wajah dan tangan mereka dengan tato temporer berwarna putih, sebuah tradisi kuno yang selalu dilakukan oleh penduduk Swindon untuk menyambut kedatangan pemimpin mereka yang akan menempati kastil.
Sementara itu, para pria membawa obor yang menyala dan diangkat tinggi-tinggi, menyuarakan nama Nicholas dan Anastasia sebagai lambang memberkati kehidupan pernikahan dan kepemimpinan Nicholas di wilayah Swindon. Suasana penuh semangat dan kehangatan menyambut kedatangan keduanya.
Para prajurit kastil berdiri tegak dengan persenjataan lengkap, siap menyambut rombongan Nicholas di depan gerbang kastil. Bunyi terompet yang bergemuruh bersamaan dengan dentingan gong besar memberi isyarat bahwa kereta kuda yang ditumpangi oleh Nicholas telah memasuki halaman kastil. Aroma wangi bunga yang ditaburkan di sepanjang jalan saat mereka melintas menambah kesan megah dalam penyambutan Sang Pangeran, Duke dari wilayah Swindon itu.
Nicholas turun dari kereta, berjalan berdampingan dengan Anastasia menuju kerumunan penduduk yang masih menanti—ingin menyaksikan sosok pemimpin mereka yang telah menjadi perbincangan hangat di antara banyak orang. Dengan wajah yang tersenyum, keduanya melangkah maju.
Selama seharian di dalam kereta, Anastasia telah memaksa Nicholas untuk berlatih menampilkan ekspresi wajah yang penuh kehangatan dan cara untuk tersenyum dengan tulus kepada orang-orang. Untungnya, Nicholas bisa menerapkannya dengan sangat baik pada saat ini. Anastasia senang melihatnya.
"Dengan penuh rasa terima kasih atas sambutan luar biasa ini, aku, Pangeran Nicholas Veer Ralph, Duke wilayah Swindon, bersama istriku, Putri Anastasia Rosalie, Duchess wilayah Swindon, berharap untuk dapat memimpin wilayah ini dengan baik di masa yang akan datang," ucap Nicholas dengan tegas dan gagah. Tepuk tangan riuh yang menggelegar terdengar dari kerumunan.
Nicholas kemudian berbisik kepada kepala prajurit untuk mendata masyarakat yang hadir, serta memerintahkan agar setiap orang diberi satu roti dan satu ikan, sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Semua ini merupakan saran dari Anastasia. Ide itu muncul saat Ia memperhatikan antusiasme besar dari masyarakat yang hadir menunggu kedatangan mereka.
Nicholas berbalik badan, menatap Kastil Swindon yang selama ini menjadi impian dan harapannya. Kastil itu memiliki empat menara tinggi, yang dibangun oleh para raja terdahulu dengan pertimbangan matang dan perencanaan yang cermat. Dinding-dindingnya terbuat dari batu yang tebal dan kokoh, dengan lapisan granit. Kekuatan bangunannya tidak perlu dipertanyakan, karena sudah pasti dapat berfungsi sebagai pertahanan yang ideal ketika menghadapi serangan dari musuh. Di puncak menara tertinggi berkibar bendera Kerajaan Tharvis dengan gagahnya, menjadi simbol kebesaran dan kekuasaan.
Nicholas menggenggam erat tangan Anastasia saat mereka melangkah masuk ke dalam kastil. Di sekitar pintu terdapat beberapa patung raja-raja terdahulu, setiap patung memiliki ukuran sedang dan tersusun rapi bersejajar, dengan nama masing-masing raja terpahat di bawah patungnya.
Namun, ketika mereka berdiri di depan pintu utama kastil yang besar, mereka disergap oleh bau tak sedap yang sangat menyengat, menguar dari berbagai arah. Tanpa ragu, Nicholas dan Anastasia segera menutup hidung mereka dengan tangan. Begitu pula dengan Agast, Ramond, dan Eknath yang berada di belakang mereka.
"Bau apa ini?" tanya Nicholas dengan nada yang mulai tidak senang.
Haga, kepala pengurus kastil, segera mendekati Nicholas. "Maaf, Tuanku Pangeran. Kami tidak memiliki banyak waktu untuk membersihkan kastil secara menyeluruh karena kedatangan Tuanku Pangeran yang begitu mendadak. Selain itu, persediaan air bersih semakin menipis karena banyaknya sampah yang mencemari sungai," lapor Haga dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marrying A Prince
FanteziePangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya y...
