04 | Anastasia Rosalie

5.2K 254 8
                                        


⚜️⚜️⚜️


ANASTASIA mengambil sehelai kain yang sudah dibasahi air dingin. Dengan lembut mengompres dahi Nicholas yang memar akibat terbentur dengan marmer istana. Di hadapannya Nicholas tampak tenang dengan mata terpejam. Tadinya ia berpikir akan dihukum karena kecerobohannya itu. Apalagi melihat wajah Nicholas yang datar membuatnya bergidik ngeri. Tapi ternyata Nicholas hanya menyuruhnya untuk bertanggung jawab dengan cara seperti ini. Anastasia lega.

"Jadi nama lengkapmu Anastasia Rosalie, nona?" tanya Agast.

"Benar, Lord Agast."

"Kau seorang moore, lalu mengapa kau bisa tinggal dengan keluarga Duke Harold?" giliran Eknath bertanya.

"Kedua orang tuaku meninggal ketika aku berumur sepuluh tahun. Itu terjadi saat ada penyerangan perebutan wilayah di perbatasan Erast. Orang tuaku menjadi korban. Lalu Duke Harold melihatku di panti asuhan dan membawaku untuk dibesarkan oleh keluarganya."

Eknath mengangguk. "Aku turut berduka mendengarnya. Pasti tidak mudah kau melalui hari, nona Anastasia." Eknath bersimpati.

Anastasia sedikit tersenyum kecut, kembali mengingat kesedihannya saat kehilangan kedua orang tuanya. "Begitulah adanya, Lord Eknath. Tapi aku sangat bersyukur karena keluarga Duke Harold berbelas kasih dan menganggapku seperti anak mereka."

Sekarang Nicholas paham. Pertanyaannya tentang kedekatan Anastasia dengan Duke Harlod terjawab sudah. Keluarga pempimpin wilayah Erast itu merawat dan membesarkan Anastasia dengan cukup baik. Terlihat dari tutur bahasa Anastasia yang lembut dan sopan. Itu adalah hal yang menjadi ciri khas keluarga Duke Harold.

"Aku tidak bisa terima kalau kau seorang moore, nona," cicit Ramond.

"Kenapa, lord Ramond? Aku memang terlahir dari kalangan moore."

"Rasanya tidak nyata perempuan secantikmu berasal dari kalangan moore. Apalagi seorang petani. Rupamu sangat pantas disandingkan dengan seorang perempuan bangsawan." Bagi Ramond, Nicholas salah besar kalau menyebut Anastasia lumayan karena ini sebenarnya kualitas premium. Otak Ramond langsung berkelana kesana-kemari.

Nicholas membuka matanya, bertemu dengan mata teduh Anastasia yang tepat di depannya. "Aku ingin tahu kenapa kau menjadi petani? Apa keluarga Duke Harold tidak memperlakukanmu dengan baik?"

Anastasia menggeleng. "Bukan, Tuanku. Itu murni karena keinginanku. Duke Harold sudah banyak membantuku, jadi aku tidak ingin bergantung terus pada mereka. Kebetulan aku juga sangat senang berkebun. Ada banyak makanan disana." Anastasia sedikit tertawa kecil di ujung kalimat..

"Nampaknya kau sangat suka makan," kata Eknath.

"Makan adalah hobiku, Lord Eknath. Karena makan adalah kunci kehidupan. Kalau tidak makan kita bisa mati. Hehe."

Eknath tersenyum. "Kau gadis yang mandiri dan manis."

"Lalu, apa kau sudah punya kekasih?" Itu pertanyaan Ramond yang langsung mendapat tatapan sangar dari Agast dan Eknath. Kenapa sahabatnya itu selalu bertanya pertanyaan yang menjurus ke topik itu? Sangat merusak momen.

"Jangan dengarkan dia, nona Anastasia. Dia hanya monyet kesepian yang suka tebar pesona di depan perempuan-perempuan cantik," ujar Agast yang hanya dibalas dengan tawa kecil dari Anastasia. Ternyata para lord di depannya sangat lucu.

"Kau bisa memasak?" tanya Nicholas. Tanpa terasa waktu terus berganti. Perutnya kini keroncongan.

Anastasia mengangguk.

Marrying A PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang