Chapter 7

463 49 2
                                        

Sebelum kelopak mata biru itu terbuka, ia merasakan kehangatan dan rasa nyaman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ketika ia benar-benar telah membuka mata barulah ia menyadari kini berada di pelukan seseorang. Reflek ia menendang sosok itu, ia tidak tahu sosok yang memeluknya adalah ayah Megumi.



"Hei sialan! Kenapa kau menendangku hah?!" ucap Toji tak terima karena ia harus jatuh dari tempat tidur karena ulah Satoru.



"M-maaf Fushiguro-san..siapa yang tidak akan terkejut ketika bangun dari tidur tiba-tiba berada di pelukan orang lain?".



Toji membatin memang ada benarnya ucapan Satoru. Ia pun bangkit dari posisinya lalu duduk lagi di tempat tidur. " Kau seperti orang sekarat saat aku temukan, berterima kasihlah karena aku menyelamatkanmu." balas Toji.



Setelah diingat memang Satoru sebelum tak sadarkan diri berada di gudang. "Ah aku ingat, terima kasih telah membantuku. Setelah pulih aku akan pergi, tolong biarkan aku tinggal sebentar."



"Aku berubah pikiran, kau boleh tinggal disini selama apapun kau mau."



"Apa? Bukankah kau melarangku tinggal?"



Toji menghela nafas. "Kalau aku biarkan kau mati sama saja aku yang membunuhmu iya kan?"



"Tapi bukannya kau bilang tidak peduli jika aku mati?"



"Kau mau punya kesempatan hidup tidak? Kalau tidak mau pergi saja sekarang!" seru Toji.



Satoru langsung gelagapan. Seharusnya jika Toji sudah memberi izin ia tidak perlu banyak bertanya. Cukup menurut saja adalah opsi terbaik.



"Tapi kau punya beberapa syarat yang harus kau penuhi." Toji menambahkan. "Syarat pertama kau harus menjamin kau bisa menjaga Megumi dengan baik selagi kau meminjam tubuhnya. Pastikan rohmu tidak keluar di tempat yang salah karena jika sampai Megumi celaka, aku tidak akan segan membunuhmu dengan mencelakai tubuh aslimu di rumah sakit."



Satoru meneguh ludahnya mendengar syarat yang pertama. Satu syarat saja sudah sulit ditambah Toji bilang ada beberapa syarat yang harus ia penuhi.



"Syarat kedua jangan sampai ada yang tahu kau saat ini berupa roh dan bisa masuk ke tubuh anakku. Aku tidak mau Megumi berada dalam masalah jika banyak orang yang mengetahuinya."



Satoru mengangguk.



"Syarat terakhir. Jika mau tidur jangan di kamar Megumi."



Satoru menaikkan sebelah alisnya. "Memangnya kenapa? Lalu aku harus tidur dimana?"



"Kau akan mengganggu jika berada di kamarnya dan aku tidak mau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Kau bisa tidur di kamarku tapi kau tidur di lantai."



Satoru pada akhirnya menyetujui syarat yang Toji berikan. Ia kemudian bangkit dari posisi berbaringnya dan kini ikut mendudukkan diri disamping Toji.



"Fushiguro-san apa kita pernah bertemu sebelumnya? Apa karena aku sering melihat wajah Megumi jadi aku merasa kita pernah bertemu?" tanya Satoru tiba-tiba. Ia seperti tengah mengingat sesuatu tapi hanya gambaran samar yang dapat ia ingat.



'Jadi dia lupa padaku? Tapi tidak heran karena itu sudah lama dan saat itu dia masihlah bocah.' batin Toji dalam hati.



"Fushiguro-san kau mendengarku?" tanya Satoru memastikan karena Toji tidak menyahut ketika ia bertanya.



Tears to SurviveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang