Ingat vote ya kawan2☺
Setelah Satoru mengingat Toji, hubungan mereka semakin dekat. Tak jarang Toji sering menggodanya dan membuat Satoru malu.
Megumi yang tidak tahu apa-apa hanya memperhatikan mereka tanpa banyak komentar. Ia bukan tipe yang mau tahu urusan orang sekalipun itu ayahnya sendiri.
"Ayah, aku berangkat dulu ya? Ayah libur kan hari ini? Makanannya sudah aku siapkan." ucap Megumi.
"Baiklah."
Megumi kemudian mengalihkan tatapannya kearah Satoru yang duduk di sofa. "Gojou-sensei tidak ikut aku?" tanya Megumi.
"Untuk hari ini tidak dulu Megumi. Aku usahakan tidak sering menggunakan tubuhmu beberapa hari ini, tidak baik juga untuk kondisimu."
"Baiklah. Kalau begitu aku berangkat dulu ya." Megumi beranjak pergi.
Ketika sampai depan, ternyata sebuah mobil sudah terparkir di depan rumahnya.
"Sukuna-sensei?" ucap Megumi.
"Ayo naik Megumi."
Megumi langsung menurut ikut di mobil Sukuna. Lumayan untuk menghemat biaya naik bus.
Kembali lagi ke rumah. Toji tampak bermalas-malasan di kamarnya setelah sarapan pagi. Satoru yang melihatnya sampai muak juga.
"Daripada bermalas-malasan lebih baik kau mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak kasihan Megumi terus yang mengerjakannya?" ucap Satoru.
"Tujuan libur itu ya santai."
"Setidaknya kau harus peduli pada Megumi. Semua pekerjaan rumah keseringan dia yang kerjakan."
"Iya nanti aku kerjakan." Toji masih bermalas-malasan.
Satoru langsung beranjak dari kamar Toji, entah pergi kemana pria itu.
Toji tidak ambil pusing akan kepergian Satoru.
.
Setelah dua jam lamanya, Satoru tidak muncul membuat Toji penasaran dimana pria itu saat ini. Ia pun ke kamar Megumi untuk mencari dan benar saja Satoru tiduran di kasur Megumi.
"Menyuruhku tidak bermalas-malasan sendirinya sekarang tidur." ejek Toji.
Toji merebahkan tubuhnya disamping Satoru. Iseng, ia melingkarkan tangannya ke pinggang Satoru.
"Tidak terusik ternyata." Toji makin berani dengan memasukkan tangannya ke pakaian Satoru untuk meraba permukaan kulit pria itu.
"Mmmhhh..."
Toji memutuskan untuk tidak mengganggu Satoru lagi. Ia memilih tetap berada dalam posisinya memeluk pinggang Satoru. Pinggang yang terasa dingin ketika ia sentuh.
"Jika kau bisa kembali suatu saat nanti, aku tidak akan melepaskanmu, Toru."
Takdir memang terkesan kejam karena mempertemukan mereka dengan cara seperti ini.
.
"Megumi boleh aku tanya sesuatu?" tanya Sukuna saat mereka dalam perjalanan menuju sekolah. Fokusnya masih kedepan dengan memegang setir pakai satu tangan sementara tangan satunya mengenggam tangan Megumi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tears to Survive
Fiksi PenggemarPerjuangan Gojou Satoru yang harus mendapatkan air mata dari sepuluh orang yang benar-benar tulus menyayanginya agar ia bisa tetap hidup. Ketika tubuhnya yang berupa roh hanya bisa meminta bantuan pada Fushiguro Megumi yang merupakan salah satu anak...
