Toji telah memutuskan bahwa Satoru bisa tinggal selama apapun yang ia mau, tapi bagaimana jika selamanya ia akan menjadi roh ketika pada akhirnya sepuluh air mata ketulusan itu tidak ia dapatkan? Ia belum tahu apa yang akan terjadi apabila ia gagal mendapatkan air mata itu, apakah tubuhnya akan mati namun rohnya tetap akan berkeliaran seperti ini atau ketika ia mati rohnya juga meninggalkan dunia ini?
Hana tidak pernah menjelaskan hal itu, malaikat wanita itu hanya bilang tergantung dari keputusan petingginya. Ia hanya mendapat tanggung jawab untuk mengawasi Satoru selama ia berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
Hari ini Satoru meminjam tubuh Megumi dari pagi untuk sekolah dan siangnya untuk datang ke rumah sakit. Disana hanya ada Suguru yang duduk disebelah tubuh aslinya yang terbaring dengan alat-alat yang tidak ia ketahui menempel pada tubuhnya.
Suguru adalah sahabat yang Satoru cintai begitupula sebaliknya. Satoru tidak mau menyatakan perasaannya pada Suguru terlebih dulu dan hanya ia pendam, sementara itu Suguru juga baru menyadari bahwa ia mencintai Satoru setelah menjalin hubungan dengan Shoko.
Suguru sempat ingin mengakhiri hubungannya dengan Shoko dan memilih Satoru namun Satoru menolak karena itu hanya akan menyakiti perasaan Shoko. Pada akhirnya mereka saling mencintai namun tidak bisa saling memiliki. Kini baik dari Satoru dan Suguru berusaha melupakan perasaan mereka dan sampai saat ini Shoko belum mengetahui hal ini.
"Toru cepat bangun ya? Kau tidak kasihan padaku karena harus menunggumu bangun dari tidur panjangmu itu?" ujar Suguru seraya mengusap helaian rambut Satoru.
Padahal disana sekarang ada Megumi namun Suguru tidak berhenti untuk menyentuh Satoru bahkan ketika ia tidak mendapat respon apapun dari tubuh yang koma tersebut.
Satoru yang melihat hal itu dari tubuh Megumi tidak tahan. Ia tidak bisa menahan air matanya agar tidak jatuh.
Suguru sendiri yang menyadari remaja yang berada satu ruangan bersamanya menangis langsung melepaskan Satoru dan beralih menghampiri Megumi.
"Maaf ya membuatmu ikut menangis, Megumi-kun." ucap Suguru seraya menghapus air mata Megumi.
Di saat Suguru menghapus air mata Megumi, saat itulah Sukuna membuka pintu ruangan. Ia cukup terkejut melihat sosok yang dicintainya kini disentuh orang lain.
"Ada apa ini? Megumi kenapa kau menangis?" tanya Sukuna.
Suguru menjauhkan tangannya dari wajah Megumi. "Ah maaf tadi Megumi-kun menangis ketika melihat aku bicara pada Satoru." ucap Suguru.
'Megumi menangis hanya karena hal seperti itu? Ini sedikit aneh.' gumam Sukuna dalam hati.
"Megumi kau mungkin perlu mencari udara segar di luar. Ayo ikut aku. Getou, kau masih mau menemani Gojou kan?" tanya Sukuna.
"Iya aku masih mau disini. Kau ajaklah Fushiguro-kun keluar jika itu dapat membantu ia menjadi lebih baik."
Sukuna pun mengajak Megumi keluar ruangan dan memilih mengajaknya ke atap. Disana hanya ada mereka berdua dan Sukuna kemudian memojokkan Megumi di pagar pembatas atap.
'A-apa? Kenapa Ryoumen melakukan ini?'
Tatapan Sukuna terhadap Megumi begitu mengintimidasi. "Kau menangis hanya karena hal seperti itu bukanlah seperti dirimu Megumi. Mungkin jika itu orang yang berharga bagimu aku percaya tapi setahuku hubunganmu baik dengan Gojou atau Getou tidak sedekat itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tears to Survive
FanfictionPerjuangan Gojou Satoru yang harus mendapatkan air mata dari sepuluh orang yang benar-benar tulus menyayanginya agar ia bisa tetap hidup. Ketika tubuhnya yang berupa roh hanya bisa meminta bantuan pada Fushiguro Megumi yang merupakan salah satu anak...
