Chapter 11

310 31 3
                                        

"Sekarang kau mengingat semuanya?"



Ketika mereka berada di dalam kamar Toji, itulah pertanyaan pertama yang Toji lontarkan beberapa menit setelah Satoru terbangun.



"Aku mengingatnya tapi tidak semua. Setelah kau mengantarku pulang dan orangtuaku mengetahui aku dipukuli, mereka segera pindah karena kebetulan juga ayahku mengurus kantor cabang lain."



"Lalu setelah itu kau lupa padaku?"



Satoru menggeleng. "Aku sempat menolak untuk pindah dan diam-diam pergi. Di masa lalu banyak yang tidak berani mendekatiku bahkan membenciku ketika mereka tahu aku berasal dari keluarga Gojou. Lalu saat itulah kau datang, bahkan ketika aku adalah orang asing bagimu kau tetap mau membantuku. Salah satu alasan aku tidak mau pindah dan memilih pergi mencarimu."



"Benarkah?"



"Kalau dipikir aku terlalu nekad saat itu, bahkan tidak memikirkan resiko apa yang akan terjadi ketika aku pergi. Lalu setelah aku memutuskan untuk pergi, aku tertabrak mobil karena kurang hati-hati sampai aku hilang ingatan."



"Jadi aku penting bagimu?" Toji bertanya kembali pada Satoru.



"Setelah apa yang kukatakan kau masih beranggapan bahwa dirimu tidak penting? Ketika aku melihatmu, aku sering merasa kita pernah bertemu dan beranggapan mungkin karena wajahmu mirip dengan Megumi. Setelah melihat fotoku di masa lalu ingatanku pada akhirnya kembali."



"Memang sebelumnya kau tidak pernah melihat foto masa kecilmu?"



"Untuk apa? Aku lebih tampan saat aku dewasa, jadi untuk apa melihat diriku yang tidak menarik di masa lalu? Lagipula ayah dan ibu membiarkan aku melupakan masa laluku.



"Hahaha hanya karena itu kau tidak mau melihat foto masa kecilmu?"



Satoru mengalihkan tatapannya kearah lain. "Jangan tertawa."



"Kau imut saat kau masih kecil. "



"Huh?! Aku tampan y--!"



Satoru tersentak ketika Toji mendekatkan wajah kearahnya dengan posisi pria itu kini berbaring dengan bertumpu pada siku.



"Kau terlalu dekat."



"Apa kau risih jika aku dekat? Bukankah kau menyukai bau rokok?"



Blusshhh



Mengingat itu Satoru jadi malu sendiri.



"Ngomong-ngomong Megumi bagaimana?"



"Megumi tidur di kamarnya."



"Tidak mau melihat kondisi-- huh? Apa yang kau lakukan disana?!"



Toji mengalihkan tatapannya kearah pandang Satoru. Disana tidak ada siapapun. "Apa dia malaikat wanita itu?"



Satoru mendorong Toji menjauh ketika melihat tatapan membunuh dari sosok malaikat pria yang baru saja ia kenal. "Bukan dia, tapi malaikat pria yang bisa dibilang  memiliki jabatan layaknya 'hakim' di dunia mereka.



" Jika aku diberi ijin untuk membunuh, mungkin aku sudah melubangi tubuh pria itu selayaknya apel yang digigit." ucap Higuruma dengan tatapan membunuh yang masih sama seperti tadi.



"Hei kau tidak serius kan saat mengatakannya?" ucap Satoru dengan hati-hati. Hawa membunuh dari malaikat pria itu benar-benar kuat.



"Memang apa yang dia katakan?" tanya Toji.



Tears to SurviveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang