POISON (2)

65 40 10
                                        

02. Setelah Adrenalin Menelan Akal (lawan tak terduga)

Kepulan asap pekat mengepul dari knalpot, menyelimuti seluruh area sampai pandangan menyempit dan buram. Suara sorakan, tepuk tangan, dan dentuman knalpot bercampur jadi satu—membuat malam itu terasa seperti jantung yang berdegup tak karuan. Tak jauh dari sana, deretan motor terparkir rapi, menjadi saksi bisu malam yang sebentar lagi pecah.

Hembusan angin malam membantu perlahan menyingkirkan kabut yang semakin menipis itu. Bayangan-bayangan mulai terbentuk, samar, namun cukup untuk menampilkan siluet-siluet yang kini berdiri di seberang.

Parker—dalang dari asap tebal tadi, langsung mematikan motor saat melihat orang yang ditunggunya tiba. Ia melepas helm dan terkekeh kecil.

“Lihat siapa yang datang,” serunya, deretan giginya terlihat saat ia menyeringai. “Udah siap kalah?"

Ketika asap terakhir menguap, barulah terlihat ada sepuluh pria berdiri tak jauh dari Parker dan gengnya.

"Yang minta tanding ulang kan yang kalah," sindir Jasper, nada suaranya pedas.

Ucapannya langsung menyulut emosi Parker. Rahangnya menegang, urat lehernya timbul, dan tatapan matanya berubah liar. “Kali ini gue bakal menang!” bentaknya, jari telunjuknya mengarah ke Poison.

"Kenyang banget sama omong kosong," sela Rajendra

Tatapan Parker langsung bergeser, menatap Rajendra dengan amarah yang berat, seolah ingin mengoyak siapa pun yang berani meremehkannya.

Dua geng itu mulai bersiap. Busters mengambil alih sirkuit dan aturannya. Rajendra tahu, kalau leader Busters sendiri yang mengajukan diri, tandanya ini bukan tanding ulang biasa. Akan ada trik licik. Akan ada jebakan. Dan karena itu, ia memilih maju sendiri.

Malam ini, hanya Rajendra, Bryan, Sadam, Elang, Jasper dan juga Jordan yang ikut malam ini, sisanya mereka malas menanggapi tanding ulang yang jelas tahu hasilnya.

"Muka udah jelek, kelakuannya juga jelek," celetuk Jordan.

"Lo yakin Jen?" Sadam meyakinkannya lagi.

Rajendra menatap sadam yang terhalang kaca helm miliknya, "Emang muka Gua keliatan gak yakin Dam?" ucapnya membuka kaca helm full face nya.

"Muka lo mah gak ada bedanya, mau yakin apa enggak," sahut Jasper yang berdiri di antara Jendra dan Sadam.

Tiba-tiba langkah kaki terdengar mendekat. Poison secara refleks menoleh, bersamaan. Sosok itu datang dengan santai, jaket hitam dan topi menutupi sebagian wajahnya.

"Yo! Lama nggak ketemu... teman lama." Nada katanya sengaja ditekan, seolah penuh sindiran. Membuat Rajendra dan Jasper langsung saling menatap, mereka mengenali suara itu.

“Gabung Busters lo sekarang?” tanya Jasper


Cowok itu, Raden—menarik sudut bibirnya. “Waduh, sekarang temanan nih?” godanya, menatap Rajendra sebentar.

Rajendra mendecak. “To the point, Den. Ngapain lo di sini?”

Raden adalah masa lalu Rajendra—teman baik yang berubah jadi duri. Perselisihan lama membuat hubungan mereka tak pernah sama.

Problematic Life [ REVISI! ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang