11. Titik Pecah Seorang Rajendra.
Sejak Rajendra menginjakkan kakinya di gedung terbengkalai ini, ia sudah menganggap Rea sesuatu yang luar biasa-bagaimana gadis itu berubah begitu banyak dalam beberapa tahun.
Perasaan yang sulit di jelaskan ini akhirnya terjawab jelas di depannya setelah pintu berwarna hitam itu terbuka lebar, sedikit mengejutkan untuknya-Brandon Sheen menoleh kebelakang saat mendengar suara Rea yang excited.
"Kebetulan Re, gua butuh persetujuan lo disini," sahut salah satu wanita memberikan sebuah berkas berwarna hitam padanya.
Reana melepaskan rangkulannya-mengambil berkas hitam itu dan membawanya ke sofa, "Duduk sini," ajaknya ke Rajendra dkk.
Rajendra dan yang lainnya ikut duduk, sedangkan Jordan tengah sibuk mendongakkan kepalanya untuk menghentikan darah yang terus keluar dari hidungnya.
"Tumben hari ini kesini Re," sahut Brandon melepaskan Headphone yang terpaut dikedua telinganya lalu menatap Rea.
"Mau pamer," jawab Rea terkikik kecil.
"Wahh apa nih, member baru?" celetuk seseorang yang ikut membuka headphone dikedua telinganya dan beranjak dari duduknya.
Rea menggelengkan kepalanya cepat saat mendengar rangga berceletuk, "No no! udah penuh, ntar gua miskin!" sahutnya.
Setelah membaca yang ada di dalam berkas hitam, Rea menandatangani nya lalu mengembalikannya ke Teresha-wanita yang tadi memberi berkas hitam kepadanya. "Kak Shasa next time jangan terima kasus yang begini," ucap Rea membuat Teresha tampak panik.
"Ini lebih rumit, soalnya pelanggan kita emak emak," lanjutnya.
Teresha menghela nafas lalu terkekeh kecil dan mengangguk kecil, "Bikin shock aja si Re."
Rea beranjak dari duduknya, berdiri menghadap Rajendra dkk yang sudah mengeluarkan ekspresi tajam meminta penjelasan, "Ekhm santai bro, bolong ntar tubuh gua di tatap tajam begitu," dehamnya.
Ia menegakkan tubuhnya dan menetralkan ekspresinya-Rea bertolak pinggang sebelum mengatakan sesuatu, "Welcome The Binary Hawks! dimana semua kecepatan teknologi kami kuasai!" pekik Rea membentangkan kedua tangannya dengan bangga memperkenalkan organisasinya.
"TBH!?" sentak Beck dan Jasper terkejut.
Rajendra serta mereka yang berada di sana mengalihkan pandangan nya dan tertuju menatap Beck dan Jasper bergantian, Rea menganggukkan kepalanya-tersenyum puas, "Yash, TBH!" serunya.
"Lo berdua tau?" sahut Jakob yang sama sekali tidak mengetahui tentang organisasi atau apalah ini.
Beck mengangguk kemudian kepalanya menoleh menatap Jakob, "Lo semua pada gak tahu TBH!?" tanya Beck terkejut melihat mereka yang menggeleng bersamaan, "Tahun lalu TBH booming di kalangan media sosial loh," celetuk Jasper sedikit greget.
Keduanya saling bertukar pandang dan kemudian menghela nafas panjang, "Buka internet sana," ucap keduanya dengan bersamaan.
"Tapi Re, gua gak nyangka, lo keren parah!" lanjut Jasper memberikan 2 jempolnya menatap Rea yang masih berdiri dihadapannya.
Rea yang sejak tadi menarik sudut bibirnya tersenyum karena di antara mereka semua, ada yang tahu tentang TBH-organisasi rahasia miliknya. "Ekhm! apasih yang gak bisa dari cewek secantik gua," ujarnya dengan bangga mengatakan itu.
Brandon serta rekannya, Rangga hanya menghela nafas malas mendengar hal itu, "Haduh, mulai," sahut Rangga dankembali memakai Headphones nya.
Kepalanya menoleh menatap tajam Rangga yang kembali memakai headphones-nya, "Buka! gua mau pidato tentang perjuangan hidup gua bikin organisasi ini," ucapnya dengan sangat menggebu-gebu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Problematic Life [ REVISI! ]
Teen FictionSaat hidupnya masih dipenuhi deru mesin dan cahaya lampu kota, Rajendra tidak pernah membayangkan bahwa satu kabar dapat meruntuhkan seluruh dunia yang ia kenal. Kematian seseorang yang paling ia cintai mengguncangnya, namun sesuatu dari tragedi itu...
![Problematic Life [ REVISI! ]](https://img.wattpad.com/cover/360609421-64-k105365.jpg)