POISON (11)

15 4 0
                                        

11. Terungkap.

"Ayo bubar."

Dua kata itu mampu membuat ketujuh pria yang duduk di satu meja dengannya membisu menatap wajah Rajendra dengan tatapan meminta penjelasan, Sadam melepaskan buku yang ada di tangannya dan mengambil nafas panjang.

"Kita perlu alasan, kenapa tiba-tiba bubar?" sahut Jordan tidak terima Poison bubar begitu saja.

Sejujurnya Rajendra tidak ingin memberitahu hal ini dengan teman-temannya-ia tahu mereka gak akan tinggal diam, "Nyokap gua bukan kecelakaan," ucapnya.

Kepalanya menunduk menatap kedua sepatu di bawah meja kantin, bibirnya kembali terbuka dan, "Sorry, tapi ini yang terbaik buat lo semua," lanjut Rajendra yang langsung berdiri berniat akan pergi dari kantin.

Jordan-wajahnya memerah dan menggertakkan giginya menahan rasa kesal, melihat punggung Rajendra yang akan semakin menjauh pergi dari pandangannya membuatnya tak bisa menahan ini.

Ia berdiri secara kasar, kakinya yang panjang langsung naik ke atas meja dan berlari kencang dengan satu tangan yang menggepal kuat-tubuhnya menerjang Rajendra dari belakang dan memukul telak pipi pria itu.

Pukulan yang belum siap ia terima itu membuat tubuh Rajendra tersungkur ke lantai, "BANGSAT JANGAN ANGGEP KITA REMEH CUMA KARENA LO KELIATAN KUAT!" bentak Jordan lalu mencengkeram kuat kerah seragam Rajendra.

Para siswa yang tengah berada di kantin terkejut menyaksikan hal tersebut, Geng itu yang di kenal solid-kini tengah berseteru satu sama lain.

Cengkeramannya semakin menguat karena menahan untuk tidak memukul pria yang tidak membalas pukulannya saat ini, "Lo bahkan belum tau mereka siapa, jadi jangan buru buru ngambil kesimpulan begini anjing!" ucap Jordan menekan setiap kata yang terlontar dari mulutnya.

"Firasat gua selalu benar Dan, gua gak mau lo semua dalam bahaya karena balas dendam gua," jelas Rajendra dengan tangan keatas menutup kedua matanya.

Jordan melepaskan cengkeramannya dan menggeser tubuhnya untuk duduk di sebelah Rajendra yang masih terbaring di lantai, anak anak yang lain mendekati mereka-menunggu Rajendra mengatakan sesuatu lagi.

"Sejak kita bikin Poison, posisi kita selalu dalam bahaya, Jen," sahut Katsuo berjongkok dan menatap Rajendra.

"Dinginin kepala lo dulu, jangan ngambil keputusan di tengah tengah kepala lo panas," kata Sadam dengan kedua tangan masuk kedalam saku.

"Benar kata Sadam, kita lihat dulu baru ngambil keputusan," kata Bryan.

Rajendra menyingkirkan tangan yang menutupi matanya-pandangan buram yang pertama kali ia lihat adalah sebuah tangan yang terulur untuknya. "Berdiri, jangan buat Ketua Poison tunduk di hadapan anggotanya," celetuk Elang menarik sudut bibirnya tersenyum.

Rajendra menerima uluran tangan mereka lalu berdiri begitu pun dengan Jordan-saat hendak membuka mulutnya kembali, Jordan langsung memotongnya dan berkata, "Ngomong ngaco sekali lagi, gua buat muka lo babak belur!" ancam nya menunjuk wajah Rajendra.

"Sensi amat," cibirnya setelah melihat Jordan yang masih over saat ini.

"Tapi gua-" ucapannya kembali terpotong saat Jordan mengambil ancang ancang untuk memukulnya kembali.

"GUA CUMA MAU NGOMONG JORDAN ANJING!" teriak Rajendra yang terus berlari karena di kejar Jordan dengan tangan yang kepalan kuat.

Jordan mempercepat larinya saat melihat Rajendra yang semakin menjauh, "Ngomong setelah muka lo gua buat babak belur," sahut Jordan semakin menambah kecepatannya.

Problematic Life [ REVISI! ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang