Chapter 3

902 120 9
                                        

Beberapa hari kemudian...

Kata-kata "Biar aku jelaskan" hampir selalu merupakan pertanda buruk ketika keluar dari bibir Giselle, dan dalam kasus Operasi: Tunangan Palsu, kata-kata itu mungkin merupakan kutukan.

"Tunggu tunggu!" Pelamar keempat belas di minggu ini berdiri di depan pintu Karina. "Beri aku satu kesempatan lagi, aku janji tidak akan berbohong tentang masa laluku lagi, Ms Yu. Aku akan menceritakan semua drugs yang kupakai itu padamu, aku bersumpah!"

Ya Tuhan... Karina menggelengkan kepalanya. Mirisnya, dia bukanlah orang terburuk yang pernah Karina wawancarai.

"Ayo pergi dulu dari sini" Giselle membawa wanita itu keluar kantor. "Kami akan menghubungimu."

Karina mengeluarkan hp nya dan mengirimi Giselle pesan.

"Aku hanya akan bertemu satu lagi untuk hari ini, Giselle. Aku ingin menyimpan sisa sel otakku. Terima kasih."

Karina menekan tombol kirim, dan telepon mejanya berdering.

"Ini Karina Adrienne," jawab nya. "Kamu punya waktu dua menit."

"Selamat siang, Miss Yu." Itu adalah suara lembut seorang wanita. "Nama saya Kim Ga-ram dan saya dari Carriage Firm di Seoul. Saya menelepon untuk menanyakan pendapat Anda sehubungan dengan proposal yang saya kirimkan ke kantor Anda minggu lalu."

"Aku tidak ingat pernah menerima proposal," ucap Karina. "Apakah kamu mendapat email konfirmasi?"

"Ya, it was from the 'Winter'."

"Hazeline Winter?" Karina menggelengkan kepala nya. Dia tidak mengerti sejak kapan semua orang di sekitar nya mulai menambahkan 'the' di depan nama Winter.

"Ya, itu dia."

"Tunggu beberapa detik." Karina menahannya dan menelepon sekretaris nya. "Bisa tolong beri tahu Miss Kim untuk masuk ke ruangan saya?"

Karina mengakhiri panggilan sebelum sekretaris nya bisa menjawab, dan dalam beberapa detik Winter masuk ke dalam ruangannya. Mengenakan dress baru berwarna putih ​​​​yang menempel di lekuk tubuhnya, dia menyilangkan lengannya dan mengerucutkan bibir merah mudanya yang cemberut.

Cobaan apalagi ini.. batin Karina

"Ya, Miss Yu?" ucap Winter. "Apakah kamu mau memastikan aku belum lepas dari rantaiku hari ini?"

"Kamu pernah berfantasi aku memakaikanmu rantai?" tanya Karina. "Ayo kita bahas itu." Karina menyeringai pada Winter, sedangkan Winter hanya memutar bola matanya malas. "Saya sedang melakukan panggilan konferensi dengan salah satu pialang properti sekarang. Apa yang kamu inginkan?"

"Kim Ga-ram dari Carriage Firm menghubungiku. Dia mengklaim kamu mengiriminya email konfirmasi tentang proposal yang belum pernah kulihat. Saya tahu kamu selalu mencoba berbagai hal untuk dapat dipecat, tapi tentunya ada cara yang lebih baik daripada menyembunyikan proposal dari saya."

"Saya tidak menyembunyikan apa pun darimu Miss," ucap Winter. "Saya membacanya berulang-ulang dan memutuskan bahwa itu tidak sepadan dengan waktumu. Dia hanya meneleponmu karena tadi saya memberitahunya bahwa kamu memiliki hal-hal yang jauh lebih penting untuk dilakukan daripada membaca ringkasan tingkat sekolah menengah. Tapi tentu saja, jika kamu mau melihatnya sendiri, saya menaruh salinannya di cloud perusahaan. Can i get you anything else?"

Your lips. "Aku mau kopi."

"So would I" ucap Winter berjalan menuju pintu. "Ada banyak penjual kopi di bawah, di cafe karyawan."

Karina menunggu Winter membanting pintu ruangannya dengan lembut seperti biasa, dan menemukan proposal itu tepat di folder yang tadi dikatakan Winter. Dia berhasil membaca lima baris pertama sebelum akhirnya menyerah.

Perfect Pretense [WinRina]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang