1.7

87 14 5
                                        

Harry terbangun pukul lima esok paginya dan terlalu gembira sekaligus tegang, sehingga tak bisa tidur lagi. Dia bangun dan memakai setelan baru yang Merry belikan untuknya— Hanny meminta tolong pada si Elf.

Ia mengecek sekali lagi diperiksanya daftar Hogwarts-nya kalau-kalau yang diperlukannya masih ada yang ketinggalan, meskipun Merry membantunya merapihkan barang itu tetap membuatnya gugup. Kemudian ia mengecek apakah  Hedwig—burung hantu yang dihadiahkan Hagrid—sudah aman terkurung di dalam sangkarnya.

Tok tok

"Harry, apakah kau sudah siap?"

Suara Hanny terdengar dari balik pintu. Alih-alih kata-kata, Harry membuka pintu untuk menjawab. Harry menyeret bagasinya yang cukup besar dengan kesusahan.

Hanny menertawakan Harry atas itu sebelum memanggil Merry untuk membantu mereka membawa barang-barang.

"Lain kali minta tolonglah pada Merry, ia akan dengan senang membantumu."

Harry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia belum terbiasa dengan kehadiran House Elf itu. Namun ia tahu bahwa Merry dapat diandalkan.

Hanny mengajaknya untuk sarapan terlebih dahulu. Seperti biasanya, masakan Merry begitu lezat, Hanny juga meminta Merry untuk memberikan menu dengan gizi seimbang sehingga mereka dapat tumbuh dengan baik.

Plop

Merry muncul seperti gelembung pecah di samping Hanny. "Nona, Merry sudah membawa barang-barang di kamar yang telah disiapkan."

"Terima kasih, Merry. Sarapan pagi ini juga lezat sekali." Merry menanggapi perkataan Hanny dengan malu-malu. "Nona tidak perlu berterima kasih pada Merry, Merry sangat tersanjung."

Harry menikmati momen itu, betapa besarnya ia berharap kehidupan mereka terus seperti ini. Baginya kehadiran Hanny dan Merry begitu berarti.

"Harry, apakah kau sudah selesai dengan sarapanmu?"

Lamunan Harry terhambur oleh suara saudarinya. Ia mengangguk seraya bangkit dari kursinya, merapihkan alat makannya sendiri. Meskipun Merry bisa melakukannya, ia sudah terbiasa merapihkan segala sesuatu sendiri selama di rumah Dursley, begitu pula dengan Hanny.


﹌﹌﹌﹌﹌﹌  𓆩⟡𓆪  ﹌﹌﹌﹌﹌﹌

Mereka pergi ke Diagon Alley bersama Merry. Harry bersumpah dia sama sekali tidak terbiasa berpergian dengan cara itu—apparateperutnya selalu terasa mual setelahnya.

Hanny rupanya telah memesan sebuah kamar di Brews and Stews— sebuah hotel untuk para penyihir yang bergabung dengan restoran hidangan laut. Hanny memilih hotel itu untuk mencegah bertemu dengan Hagrid atau staff Hogwarts lainnya.

Barang-barang mereka telah sampai lebih dulu dan telah ditata dengan rapih. Harry meminta untuk beristirahat, ia segera berbaring di atas ranjang untuk menenangkan perutnya. Hanny membiarkan saudara kembarnya tidur, sedangkan ia pergi ke Gringotts untuk menemui Ragnok.

Gringotts masih nampak sama dengan saat terakhir kali ia mengunjunginya. Namun Hanny tidak memberi perhatiannya pada kesibukan bank sihir itu, ia fokus melangkahkan kaki menuju goblin yang ternyata telah menunggu nya tiba sejak tadi.

Ragnok membawa Hanny ke ruang kerjanya. Dia mempersilahkan Hanny duduk dan mengambil beberapa perkamen dari laci kerja nya.

"Sungguh menarik atas apa yang kamu temukan, nona Potter. Mansion Gryffindor dapat Anda klaim bersama saudara anda, Harry Potter. Dan kami telah menemukan lokasi Mansion keluarga Potter, hanya saja, sebuah sihir kuat menahan sesuatu bersamanya."

IRIDESCENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang