°sebelum membaca jangan lupa vote komen dan share ke temen temen kalian
° jangan plagiatt cerita milik orang lain!!
° bantu koreksi jika ada ketikan yang salah
---------------------------------------------------
"kehangatan tidak semuanya berasal dari keluarga, terkadang anak yang kekurangan kasih sayang, mencari kebahagiaan nya di orang lain yang mereka anggap spesial "
- C• A • S • R • S • W
-----------------------------------------------------
Happy reading 👑
Setelah menyelesaikan tawa mereka,
Akhirnya pesananan mereka tadi pun datang.
Tanpa berlama lama lagi, merekapun asik menyantap makanan mereka sampai bel kelas berbunyi.
Kringgg.
Kringgg.
Kringgg.
"Yah udah masuk," gerutu Riva, pasalnya makanan punya dia belum habis semua.
"Cepet masuk keburu telat entar," ucap Adit dengan membayar makanan miliknya.
Jangan tanya siapa yang membayar makanan Randi, Sandi, Soni, Wisnu dan Riva, tentunya mereka bayar sendiri sendiri.
Setelah membayar makanan, mereka berenam pun berlari menuju kedalam kelas sebelum guru mereka mengamuk.
Setelah sampai di dalam, mereka melakukan aktivitas belajar beberapa jam dan akhirnya jam pulang pun terdengar.
Kringgggg.
Kringgg.
Kringgg.
"Yeyyyy!!" sorak riuh seisi kelas dengan memasukan barang barang mereka ke dalam tas masing masing.
Beginilah mereka, sangat sangat bersemangat jika jam pulang sudah terdengar.
Yang awalnya kusut, langsung berubah menjadi fresh seperti di siram menggunakan air.
Ngaku kalian juga setiap sekolah seperti ini bukan?
"Kita entar nginep di rumah kamu," ucap Adit dengan menenteng tas miliknya.
"Nyaa eta," saut Randi dengan merangkul Sandi dari arah belakang.
"entar kita karokean bareng," jawab Riva dengan menenteng tas miliknya.
"Iyaa," jawab mereka serempak, dengan berjalan menuju ke parkiran.
Setelah sampai, mereka pun menaiki motor masing masing, kecuali Soni, Wisnu dan Riva yang di bonceng mereka bertiga.
Motor pun melesat begitu saja seperti angin yang langsung menghilang.
Di perjalanan hanya ada keheningan, entah karena ga ada topik atau karena riuh nya ibu kota tersebut.
Beberapa menit pun berlalu dan akhirnya mereka sampai ke rumah masing masing.
"Kita rek ambil baju heula terus ka Imah dede," ucap Wisnu.
"Nyaa Abi tungguan," jawab Riva dengan masuk kedalam rumah.
Setelah Randi, Sandi, Adit, Soni dan Wisnu mengambil baju, akhirnya mereka kembali ke rumah Riva.
Kalian jangan berfikir yang tidak tidak karena di rumah Riva terdapat 6 kamar jadi aman.
"Jadi karoke?" Tanya Randi yang sudah datang membawa gitar kesayangannya.
"Jadi dong," saut Riva dengan sumringah.
"Okey AA hitung ya," ucap Randi dengan membuka hp miliknya.
"1,"
"2,"
"3,"
Randi pun mulai memetik sinar gitar tersebut satu demi satu, sampai menghasilkan bunyi yang sangat merdu.
"Ku buka album biru~," syair Riva dengan menghayati lagu tersebut.
"Penuh debu dan usang~," saut Adit dengan ikut bernyanyi dengan suara merdunya itu.
"Kupandangi semua gambar diri~," ucap Randi ikut bernyanyi.
"Kecil bersih belum ternoda~," Balas Sandi.
"Pikirku pun melayang~," nyanyi Soni dengan wajah yang sendu.
"Dahulu penuh kasih~," sambung Riva dengan ekspresi yang sama seperti Aa Aa nya.
"Teringat semua cerita orang~," ucap Adit ikut bernyanyi dengan ekspresi yang sama.
"Tentang riwayatku~," lanjut Randi dengan meletakkan gitar miliknya.
Randi berjalan mendekat dan merangkul pundak Adit, Riva, Sandi, Soni, dan Wisnu hingga membentuk lingkaran kecil.
Dimalam yang dingin ini, mereka berenam saling rangkul untuk memberikan kehangatan kepada sesama.
"Kata mereka diriku selalu di manja ~, " nyanyi mereka bersama dengan posisi yang sama namun dengan wajah yang sendu.
"Kata mereka diriku selalu di timang ~ , " nyanyi mereka lagi dengan tertawa lepas, karena setetes air mata berhasil lolos dari mata mereka.
"Nada nada yang indah~," Ucap Riva dengan berjalan ke kanan dan ke kiri satu langkah di ikuti dengan yang lain.
"Selalu terurai darinya~," ucap Sandi dengan melihat wajah sendunya.
"Tangisan nakal dari bibirku~," ucap Soni dengan melihat semua orang yang berada di dalam rumah tersebut.
"Takkan jadi deritanya~," finally Wisnu mengakhiri lagi tersebut.
see you next time all 👑
KAMU SEDANG MEMBACA
CHARIVA SQUAD
General Fiction"semoga kita selalu bersama sama ya,"ucap gadis cantik berambut sebatas pinggang yang bernama tag Chariva. "semoga aja," jawab laki laki berparas tampan yang sedikit acak acakan bernama tag Adit. "senjanya indah banget,"ucap Riva dengan senyuman. "N...
