1.anterin pulang

121 22 10
                                        

°sebelum membaca jangan lupa vote komen dan share ke temen temen kalian

° jangan plagiatt cerita milik orang lain!!

° bantu koreksi jika ada ketikan yang salah

Sudah?

-------------------------------------------

"sedingin apapun keadaannya, akan terasa hangat jika ada kasih sayang di dalamnya"

-Lucifer Randi Narendra
-----------------------------------------

Happy reading 👑

Sesampainya di rumah.

Riva, Adit, Sandi, Wisnu, Randi, Soni segera turun dari atas motor.

"Masuk dulu kalian teh, abi buat keun teh hangat," tawar Chariva dengan membuka pintu rumah.

"Gausah De, kita langsung  balik aja," ucap Randi yang di angguki Adit dan juga yang lain.

"Yaudah nanti main ya, ajak yang lain juga," ucap riva.

"Oke de, nanti kita balik deui Kadie," jawab Soni.

"Oke, kita mandi heula baru maen ke Riva," ucap Wisnu.

"Kita balik heula de," ucap Sandi, meninggalkan pekarangan rumah Chariva.

Saat di rasa mereka berlima sudah masuk ke dalam rumah, Chariva pun segera ikut masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri.

Setelah membersihkan diri, dia berjalan menuju ke dapur untuk memasak dan membuatkan teh hangat untuk mereka semua.

Sebagai tanda balas Budi sudah menyelamatkan dia dari preman tadi yang hampir saja melecehkannya.

Di saat aktifitas dia, tiba tiba pintu rumah terbuka dan menampilkan Lima orang lelaki yang memakai kaos hitam dengan celana jins.

Ya itu adalah Randi, Adit, Sandi, Soni,  dan Wisnu, kalian jangan heran mereka berenam tidak mengenal rasa gengsi. Karena mereka sudah kenal sejak bayi, jadi mereka bebas mau melakukan apa saja di rumah salah satu dari mereka, walaupun begitu mereka juga masih punya batasan tersendiri.

"Udah Sampe aja kalian semua," ucap Riva baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

"Deket De, jalan kaki teu Aya hiji menit tos Sampe," jawab Wisnu dengan duduk di sofa ruang tamu bermain PS bersama yang lain.

"Makan kalian berlima udah malem," perintah Chariva yang baru saja keluar dari dapur, dan masih menggunakan celemek memasak.

"nanggung De," jawab Randi yang masih fokus ke arah layar PS.

"selesain satu ini dulu," Adit ikut menimpali.

Di saat mereka berempat sedang sibuk sibuknya bermain PS, di situ soni ikut duduk di sofa makan cemilan sambil menonton permainan PS itu.

Karena tidak ada yang mau makan,  Riva pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil teh hangat untuk menghangatkan badan mereka ber enam.

Takutnya masuk angin nanti, karena hawa di malam hari emang begitu dingin, apalagi sekarang lagi hujan deras.

"Kalian entar ngginep?" Tanya Riva yang sedang meminum teh miliknya.

"Kapan kapan," jawab mereka berlima serempak.

"ko gak ngginep? padhal seru tau entar kita karokean," ucap riva yang ikut fokus ke layar PS.

"Kunaon? kangen De? Wkwkwk," jawab Sandi PD.

"Tinggal buka jendela tos bisa ketemu," jawab Soni.

"Nyaa hehe," ucap Riva

"Hahahaha," tawa mereka tiba tiba.

Di malam yang begitu dingin ini,
Di tambah dengan derasnya hujan yang membasahi ibu kota.

Terdapat kehangatan yang mereka dapatkan dari adanya kasih sayang antara sesama.

Karena mereka berlima yang sangat lah fokus dan keburu mienya dingin.

Riva pun berjalan menuju ke dapur untuk mengambil makanan mereka.

Setelah dari dapur, Riva pun menyuapi mereka satu satu dengan telaten.

Setelah selesai makan, mereka pun berbincang bincang sebentar sampai jam menunjukkan pukul 23.00.

"Kita balik heula, nuhun makanan na," ucap Wisnu dengan memakai sendalnya.

"tidur besok sekolah," suruh Adit.

"Iya," jawab Chariva.

see you next time all 👑

 CHARIVA SQUADCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang