9.kejebak hujan

60 8 3
                                        

° sebelum membaca jangan lupa vote komen dan share ke temen temen kalian

° jangan plagiatt cerita milik orang lain!!

° bantu koreksi jika ada ketikan yang salah

Sudah?

---------------------------------------------------

"Hujan menjadi saksi, betapa hangatnya kebersamaan yang tercipta "

- Damian Wisnu Dirgantara

--------------------------------------------------

Happy reading 👑

Setelah beberapa lama mereka menunggu pesanan akhirnya sampai juga.

Sebelum makan, mereka tidak lupa mencuci tangan dan berdoa menurut kepercayaan Masing masing.

Mereka menikmati makanan masing masing.

Adapun chariva yang makan sambil bermain handphone.

"Selamat makan," ujar mereka serempak dengan melanjutkan makan nya.

Beberapa menit mereka habiskan untuk makan batagor tersebut.

Setelah selesai, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing.

Namun dalam perjalanan rintik hujan mulai membasahi kota jakarta.

Padhal masih pagi begini, malah hujan Bagaimana nasib jemurannya di rumah?

"Cepet neduh keburu makin deres," ujar Adit dengan menggiring para Keluarga nya agar meneduh sebentar ke teras ruko.

"Dingin?" Tanya Soni dengan tangan di taro kedalam saku.

"Iya lah namanya juga kehujanan," jawab Chariva tak habis pikir.

Hujan semakin lama semakin deras,
Semoga saja tidak terjadi banjir.

Di tengah tengah hawa dingin yang menyerang mereka.

Mereka sibuk menghangatkan diri masing masing.

Namun entah apa yang ada di dalam pikirannya chariva.

Dia bangkit dengan memegang tangan Adit, Randi, Soni, Sandi, dan juga Wisnu.

Ia berusaha menyalurkan kehangatan kepada mereka.

Melihat Chariva yang berusaha menghangatkan mereka semua, membuat mereka berfikir.

Lebih baik mereka saling menghangatkan satu sama lain.

Mereka akhirnya memutuskan untuk duduk melingkar dengan tangan di depan masing masing.

Di gosokan kedua tangan tersebut, setelah di rasa sudah hangat, baru mereka taro tangan itu kepada satu sama lain.

"Hahahaha," tawa mereka dengan melihat satu sama lain yang terlihat kedinginan.

"Jemuran abi gimana ini, belum abi angkat," ucap Chariva dengan memandang hujan.

"Gapapa deh, entar Aa bantu nyuci," ujar Wisnu.

"Tenang aja bentar lagi juga reda," ucap Adit setelah melihat hujan yang semakin lama semakin pelan.

"Iya," jawab Randi yang duduk di samping Sandi.

Lagi lagi hujan lah yang menjadi saksi kehangatan mereka.

Ternyata memang benar.

Ada seseorang yang takut kehujanan karena jatuh sakit.

Dan adapun seseorang yang menyukai hujan karena untuk meredakan rasa sakit.

Contohnya saat ini, di tengah tengah hujan yang sangat lebat ini.

Mereka tetap memikirkan orang lain dengan menyalurkan kehangatan.

Terserah orang lain berfikir apapun tentang mereka.

Cukup mereka dan hujan lah yang menjadi saksi, kehangatan di antara para laki laki dan perempuan tersebut.

See you next time all 👑

 CHARIVA SQUADCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang