Setelah kemenangan pertama kemarin tim rora dinyatakan masuk ke babak semifinal yang artinya akan ada sisa 2 pertandingan lagi yang harus mereka lalui untuk bisa memenangkan trofi. Jadwal latihan bertambah begitu pun mereka harus pintar membagi waktu antara belajar dan berlatih, meski begitu tak ada kata menyerah dalam kamus mereka.
Setelah pulang dari pertandingan kemarin, rora diberi "hukuman" oleh jisoo,lisa dan chaeyoung perihal mengatakan mereka raksasa. Hukuman yang diberikan yaitu rora harus mau tidur bersama mereka bertiga selama seminggu penuh. Sudah dipastikan itu merupakan siksaan bagi rora karena sepanjang malam ketiga kakaknya itu akan memeluknya dengan sangat erat, rora hanya bisa pasrah menerima "hukumannya" itu.
Sejujurnya setiap melihat rora asa merasa sedikit gelisah. Itu semua karena ia melihat rora meringis kesakitan saat dipeluk oleh ketiga kakaknya, juga saat ia tak sengaja melihat beberapa memar di tubuh rora. Ingin bertanya, namun selalu saja gagal karena selalu ada saudaranya yang lain disisi rora, akhirnya ia hanya bisa mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut kepada rora.
Suasana pagi ini cukup tenang karena jisoo dan lisa sudah berangkat kerja, begitupun ruka dan pharita yang ada kelas pagi. alhasil hanya ada chaeyoung,jennie,asa,ahyeon,haram,rora dan chiquita.
Di meja makan baru ada chaeyoung asa,rora dan chiquita, sedangkan haram dan ahyeon baru saja turun dan jennie masih sibuk di dapur.
"Hari ini kakak sama kak jennie masak nasi goreng kimchi dan ini spesial buat rora dan chiquita ada bekal sandwich khusus buatan kak jennie" ujar chaeyoung
Mereka pun mulai makan sarapan mereka setelah selesai makan si kembar berkomentar.
"Ihh curang, kok kak jennie cuma buatin bekal buat rora sama adek aja sih? Kok aku sama rami nggak?" ucap ahyeon.
"Minta aja sama kak jennie di dapur sana, mumpung masih masak tuh orangnya". Ujar chaeyoung yang membuat anak kembar itu segera berlari ke dapur.
"Kakak nggak salah ngomong kan? Kak jennie bikin bekal buat aku?" tanya rora sambil menunjuk dirinya sendiri.
Chaeyoung yang mendengar pertanyaan rora hanya tersenyum simpul seraya mengelus lembut rambut sang adik.
"Bener kok, kamu nggak salah denger sayang walaupun kak jennie nggak ngomong langsung, dia bilang kasih kotak bekal nya buat si bontot tapi dia ngasih dua kotak ya kali si adek makan dua kotak bekal sekaligus?" ujar chaeyoung yang berhasil membuat rora tersenyum tipis.
Tak lama jennie muncul dari dapur dengan membawa sepiring sandwich buatannya ditambah si kembar yang saling sikut di belakang tubuhnya.
"Kak, makasih ya buat bekalnya pasti aku sama adek habisin" ucap rora dengan gummy smilenya.
"Hmmm..." jennie hanya bergumam sambil tersenyum tipis dan berlalu kembali ke dapur.
"Woahhh sebuah kemajuan yang bagus kak jennie nanggapin kak rora tanpa marah marah daebakk" ujar chiquita seraya bertepuk tangan heboh yang langsung dihadiahi delikan tajam dari rora.
Si bontot hanya tersenyum tanpa dosa melihat delikan rora ditambah tanda peace di tangannya.
"Bagus dong, berarti kak jennie udah mulai mau nerima rora. Makasih ya sayang kamu udah bertahan selama ini, maafin kakak juga yang dulu malah ikut2an abai sama kamu. Kakak janji kakak nggak bakal beda2in kamu sama yang lain lagi". Tutur chaeyoung
"Aku, rami sama ahyeon juga nggak bakal bedain kamu sama chiquita lagi kok maafin kita ya dulu sempat ikutan benci sama kamu ra" ucap asa yang diaangguki haram.
KAMU SEDANG MEMBACA
OUR POOR SISTER
FanfictionAku sangat menyayangimu apapun kata mereka tentang mu Kim jisoo Terkadang ego ku tak mengizinkan ku untuk mendekatimu Kim jennie Haruskah aku ikut membencimu adik kecil? kim chaeyoung Aku akan melindungimu dari siapapun pe...
