LONELY

30 2 2
                                    

heii masih inget sama ceritanya? atau ada yang udah lupa?

sebelum baca jangan lupa vote ygy!!!

semuanya bukan keinginan gue, tapi semuanya gara-gara gue.
-Alvaro Fajren Bagaskara

***
malam itu setelah mendengar kabar bahwa Alvaro koma, vara langsung menuju rumah sakit.
setelah sampai dia langsung menuju ke ruangan Alvaro yang berada dilantai dua.

sampai didepan ruangan tersebut vara melihat Kriss dan Bima yang duduk didepan ruangan.

"gimana keadaan aren Kriss?? aren gapapaa kan?"

"aren.."

"ARENN KENAPA KRISS?? "
vara memukul dada Kriss sambil menangis.

Kriss yang tidak tega melihat keadaan vara yang menyedihkan segera memeluknya untuk menenangkan vara.

maafin gue ren..
ucap Kriss dalam hati.

"kalo lo mau liat keadaan aren,lo boleh masuk tadi dokter udah kasi izin kok var"
ucap Kriss sambil mengelus punggung vara yang bergetar karena menangis.

vara melepaskan pelukan Kriss lalu bergegas masuk ke dalam ruangan Alvaro dengan disusul Kriss kedalam.
vara duduk dikursi disamping hospital bed milik Alvaro, lalu menggenggam tangan Alvaro sambil menangis
"ren.. gue disini, ayoo bangun"

"var gue keluar dulu ya, gue beri waktu lo sama aren buat berdua"
Kristian tersenyum ke arah vara

vara menoleh ke arah Kristian lalu mengangguk.

Kristian membalas dengan tersenyum lalu keluar meninggalkan vara untuk bersama Alvaro.

"sayang.. ayo bangun, tadi kamu baik-baik aja pas nganterin aku pulang"

vara menunduk kan kepalanya sambil terus menangis
"ayoo dong bangun, kamu ga bakalan ninggalin aku kan babe? aku kangen kamu.."

tak ada respon dari Alvaro, tubuhnya hanya diam dan masih menutup mata, terlihat tenang dari wajah pucat itu.

jam telah menunjukkan pukul satu dini hari.
Kristian mengetuk pintu 3×

tok tok tok~

"gue masuk ya var"
lalu Kristian membuka pintu dan masuk ke ruangan Alvaro
ia berjalan mendekati vara menangis.
"var, ini udah malem lo harus pulang nanti ortu lo nyariin"
Kristian mengelus punggung vara untuk menenangkannya.

"gue mau disini Kriss, gue mau sama aren"
vara tetap menggenggam tangan Alvaro dengan erat.

"tapi besok lo ada lomba, sekarang lo pulang ya?"
besok memang vara ada lomba menari, itu kesukaan nya dari kecil.

vara menoleh ke arah Kristian
"kalo gue pulang aren sama siapa? dia butuh gue Kriss"

"ada gue sama bima, gue bakalan jagain aren dan ga biarin dia sendiri meski sedetik pun, yang penting lo pulang var"

"tapi besok gue boleh kesini lagi kan?"

"iya, kapan pun yang lo mau."

vara kembali menatap wajah Alvaro
"ren.. aku pulang dulu ya besok aku kesini lagi, aku janji."

bima masuk ke ruangan tersebut lalu ia menirukan suara Alvaro
"iyaa raa, semangat lombanya"

"tuh udah ada perwakilan dari aren melalui bima"

bima dan Kriss lalu tertawa, disusul oleh vara yang ikut tertawa juga walaupun ia masih menangis.

ini seperti tertawa di dalam tangisan kan?

ALVARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang