5. Nita gila

22 8 0
                                        


Nita memasuki rumah Aurora dengan menentang bungkusan makan di kedua tangannya.

"Woii!" Teriak Nita saat sudah berada di ruang tamu.

Aurora keluar dari kamarnya dan menghampiri Nita. "Salam dulu napa, langsung aja teriak-teriak."

Nita meletakkan bungkusan makanan itu di meja bundar. "Kayak lo pernah gitu aja."

"Ini dimsum?" Tanya Aurora yang mengambil salah satu bungkusan makanan itu.

"Iya, gue beli banyak itu. Makan bareng ya, gue laper juga nih," ucap Nita sambil menunjukkan perut ratanya yang masih tertutup baju.

"Oke," balas Aurora.

Aurora mendudukkan dirinya tepat di sebelah Nita. "Enak anjir ini," ucap Aurora yang terlihat sangat menikmati dimsumnya.

"Jelas dong, ini langganan gue," balas Nita dengan sangat bangga.

"Iya deh serah lo yang penting ini enak," ucap Aurora.

Nita mengeluarkan handphonenya untuk menunjukkan sesuatu pada Aurora. "He! Lihat nih cakep ga?" Tanya Nita pada Aurora. Nita menunjukkan semua foto pria matang yang sangat sexy.

Aurora tersenyum kecut kearah Nita. "Ini yang lo bilang cakep?" Tanya Aurora dengan raut wajah yang mengejek.

"Ck! Ini cakep tau," gerutu Nita.

"Kayak om-om ini Taaa ...," ucap Aurora.

"Dia masih kuliah semester dua Ra," balas Nita.

"Selera lo turun banget," ejek Aurora.

"Sialan lo ya," umpat Nita.

Aurora masih santai dengan dimsum yang ada di tangannya. Sementara, Nita sudah membaringkannya tubuhnya di sofa dan menjadikan paha Aurora sebagai bantalan.

"Lo kenapa sih ga mau main sama cowo?" Tanya Nita.

"Ya ga mau aja," balas Aurora.

Nita mengerutkan dahinya. "Lo masih waras kan?" Tanya Nita dengan mata memincing.

Sedangkan Aurora yang di tatap seperti malah mengangkat satu sudut bibirnya. "Engga, gue ga normal," ucapnya.

Nita langsung merubah posisinya menjadi duduk dan menjauh dari Aurora. Mata Nita yang awalnya menatap curiga, kini sudah terbuka lebar seakan mau lepas.

"Lo?" Tanya Nita dengan suara bergetar.

"Yes, I love you," ucap Aurora dengan ekspresi genitnya.

Nita menganga tak percaya mendengar Aurora melontarkan hal itu. Raut wajah Nita sudah menjadi pucat pasif.

Pantas saja Aurora tak pernah dekat lelaki, ternyata dia belok, pikir Nita pada saat ini.

Nita masih diam seribu bahasa. Antara percaya dan tidak. Sedangkan Aurora malah mati-matian menahan tawanya agar tak keluar.

Aurora sudah tak kuat menahan tawanya akhirnya tawanya pun lepas begitu saja.

"HAHAHAHA," tawa Aurora yang terbahak-bahak.

Nita masih bingung.

Aurora sampai memegang perutnya yang sakit akibat tertawa tak henti-henti.

"L-lo percaya?" Tanya Aurora yang masih tertawa kecil.

Nita pun menganggukkan kepalanya pelan. Membuat tawa Aurora terpandai kembali.

Nita yang baru sadar kalau ia di tipu oleh Aurora, langsung memukul-mukul bahu Aurora.

True LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang