Jane sangat cantik. Matanya hijau seperti padang rumput. Rambut hitamnya yang panjang jatuh melampaui bahunya yang putih. Bibirnya selalu diwarnai merah. Wajahnya berbentuk hati dengan rona pucat, kontras dengan rambutnya.
Aku tak pernah berani menghampirinya. Aku sangat pemalu. Saat ia berjalan, ia memancarkan pesona dan aroma vanilla ke sekelilingnya, membuat lututku lemas. Saat ia tersenyum, jantungku langsung melompat. Dia sudah mencuri hatiku, dan aku bersumpah akan memilikinya.
Dan kini, aku sudah menang. Kupandangi wajah cantiknya di pangkuanku. Jariku menyentuh pipi dan rambut lembutnya. Mata hijaunya menatapku dengan membelalak, dan mulutnya membulat seolah jijik denganku. Tapi aku tahu dia sudah tak bisa lagi terkejut, jijik atau tersinggung dengan sentuhanku. Kami sudah bersama-sama selama setahun, dan aku bahagia.
Aku hanya berharap aku bisa mendapatkan tubuh untuk kepala yang cantik ini.
END
