AWAS TYPOOO!! 😁
•
•
•
Sepulang sekolah, yori langsung pulang kerumah nya, entah mengapa perasaan nya tak karuan,dirinya ingin segera pulang kerumah. Secepat mungkin yori berjalan menuju rumah nya.
Sesampainya dirumah nenek nya,biasanya pintu depan selalu terbuka, dan bunga bunga juga selalu sudah disiram oleh nenek nya. Tetapi kali ini bunga terlihat layu dan tidak segar.
Yori lalu melepaskan tas nya dengan kasar ke sembarang arah,langkah kakinya menuju cepat ke kamar nenek. Tidak biasanya nenek seperti ini.
Pintu kamar terbuka dengan kencang, hingga mental ke tembok. Yori sekejap diam mematung, dengan mata yang berkaca kaca. Kakinya melangkah menuju ranjang nenek.
Muka yang pucat, terbaring dengan lesu.
"Nek!!" Lirih yori, tangan nya lalu memegang tangan nenek nya yang dingin seperti es. "Nek, nenek gapapa kan?nenek kenapa?bangun nek!!" Ujar nya dengan lirih sendu. Perlahan kedua matanya meneteskan air mata.
Yori baru sadar, ternyata, nafas nenek nya sudah tidak lagi terdengar, yang artinya nenek nya sudah meninggal.
Yori lalu menggoyang goyangkan tubuh nenek nya, berharap nenek nya bisa bangun dari tidur nya. Tetapi semua cara itu tidak berguna. Sekarang yori hanya bisa menanggis melihat nenek nya yang sudah tiada meninggalkan dirinya untuk selamanya
Beberapa hari setelah kejadian nenek nya meninggal, yori hidup sendiri. Hidup nya terasa hampa,yang biasanya nenek selalu berteriak menyuruh dirinya untuk makan, atau membantu meladang di kebun. Kini suara itu sudah hilang, tak akan lagi terdengar di telinga nya.Suara itu akan menjadi suara indah untuk yori.
••••••••
Sejak perkataan kida sewaktu di lorong sekolah,saat itu juga minato melarang dirinya sendiri untuk menanyakan kabar yori.
Karna perkataan itu sungguh membuat minato kebingungan dengan dirinya sendiri. Jujur saja,minato tidak bisa menahan rasa kawatir nya terhadap yori. Ingin mengirim pesan, namun dirinya sudah melarang untuk tidak bertanya apapun, atau berkomunikasi dengan yori.
Apalah sebuah larangan itu hanyalah larangan sebentar,tetap saja minato selalu mengirim pesan pada yori. Walau tak ada jawaban,minato akan tetap menunggu yori untuk membalas pesan nya.
Tingg
Suara notif hp milik minato, dia lalu membuka nya. Begitu senang nya dia ketika membaca balasan dari yori.
👤Yori
"Kesini lah, aku ada di kreta"
Balasan dari yori, segera saja minato memakai sepatunya. Karna di luar hujan gerimis, minato tak lupa untuk memakai jas hujan nya.
Dengan berlari minato bisa segera sampai ke kreta, dan menemui yori. Sungguh, minato sangat senang. Sudah lama juga minato tidak bertemu yori, semua larangan itu kini terhempas. Minato tidak peduli, sekarang minato tau, minato mengerti dengan dirinya sendiri
Di pintu kreta, minato sudah di sambut oleh yori yang sedang melambaikan tangan nya ke arah minato. Dengan senyuman ceria nya.
Segera saja minato mempercepat lari nya. Mereka berdua lalu masuk kedalam kereta. Minato lebih dulu melepaskan jas hujan nya, dan duduk berhadapan dengan yori.
Beberapa saat mereka terdiam tanpa mengeluarkan suara.
Satu tarikan nafas yori keluarkan, dan mulai membuka suaranya "aku akan pindah lagi kesini, dan sekolah disini" Ujar nya dengan sedih. Kepalanya yori tundukkan
KAMU SEDANG MEMBACA
segender
Teen FictionBtw gays aku bikin cerita ini, lanjutan monster, tapi versi aku.soalnya aku gak puas sama momen yori and Minato, jadi sesuka aku, buat cerita tentang mereka.Dan aku juga gamon banget sama mereka, gak bisa lupa. Hheee. #MUGINO MINATO #HOSHIKAWA YORI...
