bagian 4

842 157 17
                                        

Yoshh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yoshh...

****

Jimin berjalan dibelakang kedua pria yang merupakan atasannya itu

"Aku suka heran dengan dengan putra ku itu Jim, kenapa dia bisa seaktif itu jika bertemu dengan mu??? Padahal dia itu super diam loh, malah terkesan dingin.." tanya Namjoon

"Maaf pak, aku juga tidak tau..sejak pertama bertemu, Joshua terlihat aktif, kalau bapak bilang dia dingin..kaya nya enggak deh.." Jimin menanggapi ucapan sang atasan

"Kalau dengan yang lain, ucapan dia itu super singkat..tak banyak basa basi langsung to the point, hal itu yang buat aku bingung, kalau denganmu dia seakan memiliki pribadi ganda.." Namjoon sesekali melirik kearah Jimin

"Bahkan denganmu, Joshua tidak pernah mau berbicara kan Kook??? Padahal sejak dia lahir, kau ada terus didekatnya.." Jimin menatap punggung pria yang berjalan disamping Namjoon tersebut

Cklek...

Ketiganya memasuki aula dimana didalam ruangan itu sudah hadir peserta rapat yang lain.

"Jimin, kau duduklah di kursi ini.." ujar Namjoon sambil menunjuk kursi yang sangat amat dekat dengan presdir mereka. Jimin mengangguk kecil namun maniknya melirik kearah sang presdir yang ternyata juga menatap dirinya dengan tatapan yang lumayan membuat Jimin merinding

Selama rapat berlangsung, Jimin beberapa kali gagal fokus karena perih di tanda lahirnya, sepertinya sampai hari ini belum berakhir, Jimin mengira penderitaannya berakhir malam tadi, namun ternyata salah besar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Selama rapat berlangsung, Jimin beberapa kali gagal fokus karena perih di tanda lahirnya, sepertinya sampai hari ini belum berakhir, Jimin mengira penderitaannya berakhir malam tadi, namun ternyata salah besar.

Wajah Jimin yang menahan rasa sakit membuat Jungkook menyerngitkan alisnya.

"Ada apa dengannya???" Tanya Jungkook dalam hati

"Dia menahan rasa sakit karena dirimu Sun, moon tidak akan sanggup menahan sinar mu yang begitu terang dan juga panas, dia merasa terbakar saat ini.." Jungkook menyerngitkan alis karena suara seseorang yang berbisik, dirinya menatap ke sekeliling, namun tak ada yang ia temukan

"Nona, kau kah itu???" Tanya Jungkook lagi, masih dalam hati

"Ya Sun, ini aku...bantu gadis itu, darahku yang mengalir di tubuhnya itu bertautan denganmu, mau kau percaya atau tidak. Dia ditakdirkan untukmu.." ujar suara misterius itu

my moonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang