Hai...mimi kembali, maaf ya mimi gak bisa up rutin. Banyak kerjaan yang gak bisa mimi tinggalkan, jadinya up kalau ada waktu senggang, gak apa-apa ya...
Langsung aja kan gitu????
******
Jimin menatap Jungkook lekat, dan tak lama gadis itu terkekeh kecil, membuat Jungkook dan Nara menatap dirinya dengan tatapan penuh tanya
"Kenapa??? Ada yang lucu, sayang???" Tanya Jungkook
"Ihihihi, ekspresimu lucu Kook, menggemaskan. Pengen cubit aku nya" jawab Jimin
"Ekspresi aku kenapa rupanya???" Tanya Jungkook dengan wajah penasaran
"Aku gak bisa mengatakan karena bagi aku, Jungkookie saat ini terlihat angat amat berbeda. Apa ini Jeon Jungkook yang sebenarnya???" Ujar Jimin sambil mengelus pipi sang kekasih
"Aku tidak tau, tapi mungkin saja..sayang" jawab Jungkook dengan manik menatap wajah Jimin teramat lekat.
"Kook, mu gkin kau salah lihat. Tidak mu gkin Yuna di klub seangkan dia alergi alkohol" ujar Nara dengan raut kesal apalagi perhatian Jungkook hanya tertuju pada Jimin
"Hem??? Mungkin ya imo. Terkadang ada orang yang mirip dengan kita. Dan jika imo mengatakan dia alergi alkohol, fix aku salah lihat. Karena yang aku lihat, wanita yang mirip Yuna sedang menari striptise dengan alkohol ditangan, juga beberapa pria seperti mengguyurnya dengan alkohol dan dia terlihat menikmati, oh nama klubnya fire bitch, imo" Jungkook berujar dengan wajah santai tapi manik bambinya menatap tajam
Nara tersentak kecil saat Jungkook menyebut nama klub yang mustahil dia tidak tau, karena klub itu adalah miliknya yang tidak diketahui siapa pun selain suami dan anaknya.
"I-iya...kau salah lihat Kook, setau imo, klub itu adalah klub malam yang menyediakan wanita pamggilan juga pria panggilan untuk di bayar dengan bayaran mahal. Mustahil Yuna ada disana ."
"Ya imo benar sangat mustahil Yuna ada disana, secara kita ini dari keluarga terpandang, kan imo???"
"Ya..kau benar Kook. Sesekali berkunjunglah kerumah...imo mwri dukan suasana riang di rumah imo itu.."
"Pasti imo, aku akan berkunjung bersama Jimin. Mungkin akhir minggu ini..." Nara tersenyum kecut.
"Kenapa harus membawa wanita ini sih..bangsat, bagaimana aku bisa menghabisi anak sialan ini!!!" Ujar Nara dalam hati
"Ya...harus dong, kan dia kekasihmu. Harus kau kenalkan pada imo dan samchon.." ujar Nara dengan seramah mungkin
"Kook, imo harus pergi sekarang. Imo ada janji dengan teman imo.."
"Cepat sekali imo pergi, tapi baiklah. Aku tak mungkin menahan imo disini, hati-hati dijalan imo"
"Ahahah..kau ini. Ya sudah imo ergi dulu ya. Jaga diri, jangan suka begadang. Jimin-ssi, tolong perhatikan Jungkook ya.."
"Baik nyonya..." Jeon Nara berlalu dari ruangan Jungkook. Jimin melihat pintu itu dengan senyum menyeringai
"Kook..."
"Ya sayang???"
"Aku melihat ingatanmu, gadis itu lumayan cantik. Tapi kenapa kau ada disana??? Mencari wanita bayaran kah???" Jimin menatap Jungkook lekat
"Bagaimana bis-" Jungkook langsung menghentikannucapan saat iang mengingat satu hal. Dia dan Jimin audah bersatu dan mereka seperti audah terkoneksi satu sama lain
"Hah...aku diberitahu oleh Mingyu, dia pernah aku ajak ke rumah imo ku dan Mingyu melihat Yuna dari photo, Mingyu bekerja paruh waktu disana dan saat dia melihat Yuna, dia mengatakan padaku. Awalnya aku tak percaya, sampai aku membuktikan sendiri dan benar saja. Ibunya menjual anaknya sendiri di klub miliknya. Gila kan???" Cerita Jungkook
KAMU SEDANG MEMBACA
my moon
Hayran KurguJungkook mengalami mimpi yang sangat terasa seperti nyata. Mimpi tentang seorang pria yang memiliki tatoo bulan di tubuhnya Jungkook juga mengalami seperti pertalian pada sebuah lukisan yang ditinggalkan kedua orang tuanya, lukisan yang bahkan tida...
