Jungkook mengalami mimpi yang sangat terasa seperti nyata. Mimpi tentang seorang pria yang memiliki tatoo bulan di tubuhnya
Jungkook juga mengalami seperti pertalian pada sebuah lukisan yang ditinggalkan kedua orang tuanya, lukisan yang bahkan tida...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hai..hai..hai..
Mimi is back
Langsung aja lah ya..."
****
Sejin, pria tinggi itu menatap Jungkook lekat
"Kook, aku tetap akan memasukkan Yuna kedalam perusahaan ini.."
Brak...
"Hyung, ingat posisi mu. Aku masih menghormatimu karena hyung yang bersama Namjoon hyung menjaga aku. Tapi kepitisan aku mutlak, kalau hyung tidak terima.....hah...hyung bisa angkat kaki.." ucap Jungkook
Dan ucapannya itu membuat Sejin, diam, menunduk, dan tak lama ia tersenyum kecil
"Hanya karena aku memasukkan satu keluargamu kedalam, kau langsung mendepak ku???" Sejin berujar dengan nada rendah
"Aku tak ingin berdebat untuk hal receh itu, dan ya..jika hyung tak bisa mengikuti peraturan, silahkan keluar dari perusahaan ini.." Jungkook terlihat menatap tajam Sejin
"Hah..hahahah Kook, aku tak mungkin memilih dia disaat aku sudah mengenalmu sejak lama. Aku hanya bercanda tadi, dan aku pastikan Yuna tidak akan terlihat lagi setelah ini..." Sejin berujar dengan tawa dari bibirnya, namun Jungkook bukan merasa lega. Dirinya malah semakin siaga, karena Junim mengatakan kalau Sejin adalah orang yang paling berbahaya.
Sejin pamit dari ruangannya, dan Jungkook menghempaskan tubuhnya di kursi miliknya, kepalanya terasa pening, ia merasa lelah tapi bukan fisik, melainkan hati.
"Junim..." Jungkook menyebut satu nama dan tak lama pria itu duduk dengan santai, sambil memperhatikan Jungkook dengan lekat
"Aku mengetahui semua yang terjadi di keluargamu, sang dewi memberikan penglihatan itu padaku.." ucapan pangeran bulan itu membuat Jungkook duduk tegak dan menatap tepat di manik mahluk abadi itu
"Apa jangan-jangan...." tak ada tanggapan dari pria itu, tapi Jungkook seakan paham jika yang dia pikirkan benar adanya, tangan Jungkook terkepal erat.
"Dia tega membunuh orang tua ku, apa karena harta???" Tabya Jungkook
"Bukan harta, tapi lukisan yang kau letakkan di kamarmu. Lukisan yang sebenarnya mantra untuk memanggil sang dewi" jawaban Junim membuat Jungkook menutup matanya
"Aku sudah bisa menebaknya, tapi kenapa??? Apa sang dewi akan mendatangi pemilik lukisan??"
"Ya dan tidak. Ya jika mereka paham bagaimana menggunakan lukisan itu, dan tidak karena sejak awal sang dewi hanya melindungi seseorang yang menjadi takdir dari sang bulan.." jawab Junim
"Semakin rumit, apalagi kali ini nyawa Jimun terancam.." Jungkook menghawatirkan Jimin
"Itu sebabnya sang dewi bersama dengannya dan aku bersama denganmu, bukan hanya nyawa Jimin tapi nyawamu. Jika sesuatu terjadi padamu maka Jimin akan mengalami hal yang sama namun akan lebih tersiksa, begitu sebaliknya..." Jungkook terlihat berpikir keras, sedang Junim memilih menghilang karena dirinya mengetahui ada seseorang yang ingin menerobos masuk.