Jangan lupa vote, follow & comment
--------------------
"Halo, ayah" sapa Soobin saat memasuki rumah yang sudah seperti neraka, terdapat banyak sekali kenangan gelap di dalamnya
Sapaan Soobin tidak dibalas, melainkan mainan ayahnya itu berkomentar "itu anakmu? Menjijikan sekali"
ingin sekali Soobin meremas mulut pelacur itu, yang menjijikan disini itu dia, Soobin mah masih suci
"Lupain, emang dia gila" balasan tidak menyenangkan dari ayahnya tentu membuat Soobin tidak diam saja, mulut harus dibalas dengan mulut
"Emangnya orang yang membunuh istrinya sendiri walaupun sudah mempunyai dua anak itu ga gila? Kayanya anakmu ini gila keturunan ayahnya" balas Soobin dengan kesan santai namun menyebalkan
ayahnya terlihat ingin membuat anak pertamanya celaka juga
Tapi gabakal semudah itu buat yang kedua kalinya, kalo mulut dibalas mulut, maka darah ibunya juga harus dibalas dengan darah ayahnya.
Soobin memastikan dia tak akan bisa dibunuh oleh ayahnya, karna dia sendiri yang akan menghabisi ayahnya duluan bersama Sunghoon
"Masuk kamar Soobin, mengganggu sekali." Soobin tertawa geli saat mebdengarnya
"Emang lebih baik mengurung diri di kamar, daripada melihat adegan menjijikan disini"
ucap Soobin sebelum akhirnya ia memilih meninggalkan sepasang kekasih itu agar mereka bisa melanjutkan kegiatan bercumbunya
Padahal kalo dilihat lihat, ibunya menang dari segi manapun. Bakat, fisik, dan hati tentunya pelacur itu ketinggalan jauh jika dibandingkan dengan pelacur itu, ayahnya sinting.
-
"Sunghoon, kamu masih kerja?"
Tanya Soobin melalui telepon.
khawatir terhadap adeknya, mendingan untuk memastikan
"Iya, kepala polisinya memaksa untuk mencari data. Padahal sudah dibilang pelakunya ga bodoh buat ninggalin jejak satupun" Jawab Sunghoon membuat Soobin tersenyum malu
Padahal dia cuma mau menanyakan kabar, malah dipuji seperti itu
"Kalau begitu, semangat memanipulasi ya."
"Terima kasih"
Lalu telepon dimatikan di saat itu juga. Jujur Sunghoon tidak mau melakukan hal seperti ini, apalagi harusnya dirinya yang menangkap Soobin malah membantu kakaknya itu
Tapi mereka tak mungkin melakukan ini kalo bukan karna ayahnya yang tak mau memberikan pengeluaran sedikitpun, karna itu mereka memilih mandiri mencari jalan lain walaupun dengan cara yang salah
Sudah pelit uang, pelit hati. Gatau lagi deh sama ayahnya itu
Sunghoon tidak bekerja untuk mencari data pelaku, dia hanya berpura pura mengecek cctv bank lainnya agar aman
Sepertinya Yeonjun salah memberi amanah, itu malah membuat kepolisian semakin bingung karna Sunghoon sudah pasti yang memblokir akses mereka dari cctv itu
tapi tentu dia tidak akan dituduh melakukan itu, karna Sunghoon terkenal giat bekerja
Tapi untuk saat ini, ia urungkan dulu posisinya sebagai polisi yang membantu orang baik, sekarang dia adalah polisi untuk membantu kakaknya hanya karna urusan pribadi
Gila, Soobin dan Sunghoon memang gila. Tapi mereka tidak akan menjadi seperti ini jika bukan karna si brengsek itu
Demi biaya hidup dan keselamatan kakaknya, dia rela melakukan ini semua
Di hidupnya, Sunghoon hanya punya kakaknya. Tidak ada yang lain lagi
Itu sebabnya dia mau saja berkomplomi dengan ide gila itu.
---------------
Tbc.
Udah ga penasaran siapa polisi khianatnya?:^
Cuma 470an kata, idenya tiba tiba ilang:(
Nanti bakalan diusahain lebih banyam kata!
Jangan lupa vote!
🐾
KAMU SEDANG MEMBACA
Different -yeonbin
Romance"Different eyes is make a different thinks, tapi dengan perbedaan kita bisa saling melengkapi" Perlawanan tidak diinginkan yang terjadi karena adanya suatu masalah pribadi Soobin dan Yeonjun adalah teman akrab semasa sekolah dasar yang mempunyai imp...
