Hei, masih ingat dengan Kakak BoEl?
Yup. Kali ini mereka kembali lagi dengan kelanjutan cerita baru.
Mereka adalah sosok pahlawan,
Setelah beberapa waktu 'berlibur', tentu mereka harus kembali menjalankan kewajiban yang sudah menunggu. Tak hanya B...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Upacara dilaksanakan dengan penjagaan ketat di ruangan dengan dinding tertebal di Station TAPOPS. Keseluruhan Boboiboy akhirnya mengikuti, mengikuti upacara penghormatan terakhir, dan pengambilan cuti.
Upacara berjalan dengan atmosfer duka dan sakral yang mencengkram dengan tradisi TAPOPS sendiri untuk penghormatan misi besar mereka yang menjatuhkan begitu banyak korban, termasuk beberapa diantaranya adalah dua Kapten hebat mereka.
"Dengan segala hormat, kami tidak mencantumkan pangkat Kapten pada Kapten Eita. Tetapi, kami akan mencantumkan pangkat Laksamana, sebagaimana seharusnya ia di lantik tak jauh dari hari ini."
Gempa yang menerima pin tersebut untuk di bawa pulang, TAPOPS pun sudah nyiapkan lencana tersendiri untuk mengenang salah satu dari Kapten mereka yang hebat tersebut.
Gempa memberi hormat, dan masih berada di sana sampai upacara benar-benar selesai.
***
Barang-barang telah selesai di kemas. Resia yang membantu sebagian besar. Perempuan tersebut memutuskan untuk menjadi staff kesehatan permanent di kantor pusat. Yang artinya, dia tidak akan lagi mengikuti misi-misi keluar.
"Makasih ya, udah di bantu."
"Nggak, Kak. Harusnya kita yang bilang gitu." Taufan menjawab, sebagai orang yang di samping Resia.
Hanya senyuman yang di berikan. Tanpa basa-basi lanjutan atau sekedar tawa kecil. Barang-barang segera pula di bawa oleh Papa Zola yang juga akan resign tak lama lagi.
Kemudian, seseorang datang. Dengan perban di sana-sini. Membawa kotak yang lumayan besar.
"Ini barang Kapten di kapal. Cuman ini yang masih ada." Kotak itu berpindah tangan. Yang bahkan Resia tak lagi cerewet untuk meminta orang tersebut istirahat setelah menerima luka sebanyak itu. Boboiboy buru-buru memindahkan barang. Khawatir dengan luka dan kondisi orang di depannya.
"Kata Ren, ini udah mau sembuh, kok." Zi-fire, pemuda tersebut memberikan senyuman yang terasa penuh luka sekarang.
"AZH resmi bubar, semua bakal ambil langkah masing-masing." Ujarnya lagi. Lalu, ada lagi yang datang. Memberikan kotak sedang pada Blaze. Seorang perempuan dewasa yang begitu setia dengan pedangnya, Arun.
"Ini barang pribadi Kapten. Yang paling pribadi. Arsip rahasia." Terlihat memaksakan senyuman, Blaze menerimanya dan membalas senyuman tersebut.
Tanpa menyadari jika kristal kecil di dinding kotak bereaksi ketika berpindah tangan. Mereka pulang. Meletakkan semua barang ke kamar kakaknya. Biarlah semua barang di simpan di ruangan tersebut. Tok Aba yang berencana membereskan lebih nantinya.
Dan, dibalik semua itu. Tentang mereka yang mengambil cuti cukup panjang, entah keputusan apa yang akan mereka ambil nantinya untuk kedepan. Ingin tetap berada di TAPOPS, atau keluar? Atau, adakah keputusan lain yang akan mereka ambil?
Entahlah.
Berikan mereka waktu untuk berfikir sejenak. Hidup mereka yang rumit semakin terasa 'rumit'. Tapi yang pasti, mereka akan bangkit. Tidak boleh runtuh begitu lama dan terus menjalani hidup berdikari dan juga semakin dewasa. Karena mereka tak bisa menolak untuk mengetahui, perjalanan kedepan semakin tak bisa di prediksi oleh pikiran yang harus semakin luas. Karena mereka tak bisa menolak untuk tidak tahu, mereka harus siap dalam langkah yang akan mereka ambil, atau apapun yang akan dipilihkan dunia untuk mereka yang terkadang hanya bisa menerima...
Takdir, keluarga, cinta, kasih sayang, dan luka. Apapun itu.
Apapun itu..
Hidup tidak akan menunggu kamu siap dan baik-baik saja. Bangun, bangun setiap hari dan teruslah berusaha.