Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading
Bel istirahat telah berbunyi beberapa menit lalu. Galaxy telah pamit kepada para temanya. Lalu langkahnya ia bawa menuju ruang OSIS untuk menemui sang ketua OSIS itu.
Disepanjang jalan jika ada yang menghalangi jalannya, maka orang itu akan langsung menyingkir dengan sendirinya. Galaxy terus melanjutkan langkahnya tanpa perduli pekikan para siswi yang meneriaki dirinya dengan kecentilan.
Sampai diruang OSIS galaxy langsung masuk tanpa mengetuk pintu atau sekedar memberi salam. Terlihat disana ada beberapa anggota OSIS sedang berdiskusi. Lalu mereka mengernyit bingung mengapa ada pentolan sekolah diruang OSIS.
Kai yang melihat kakaknya sudah disini ia menyuruh untuk menyudahi diskusi mereka. Merekapun pergi. Galaxy mendudukkan dirinya disofa tepat sebelah tempat duduk Kai.
Terjadi keheningan beberapa saat sampai akhirnya Kai membuka suara. "Jadi, apa yang kakak perbuat sampai pak wahdi frustasi sama kakak?" Galaxy terkejut. Namun ia menormalkan raut wajahnya.
Woaahh..apa ini? Seorang Kairagi berbicara panjang? Kepadanya? Apakah ini nyata? Oh tidak itu cukup lebay..
"Penting?" Tanya balik galaxy. Bukannya menjawab pertanyaan sang ketua OSIS sekaligus adiknya, galaxy malah melemparkan pertanyaan balik.
"Itu tugas gue sebagai ketua OSIS. Jadi sebutin apa aja yang udah lo perbuat." Kai ingin mendengar nya langsung dari kakaknya.
Kai sebenarnya tidak menyangka jika kakak yang selalu keluarganya tindas ternyata seorang berandal. Parahnya ia sama sekali tidak tahu? Padahal kai sudah dua periode menjabat sebagai ketua OSIS.
Seharusnya kasus ini menyebar sampai dirinya? Apa hanya dirinya yang tidak tahu apa-apa? Karena melihat raut wajah tertekan teman-teman seorganisasi nya mereka cukup segan kepada sosok yang kini menatapnya datar.
Seharusnya juga orangtuanya sudah lama dipanggil kesekolah. Tapi sepertinya semua itu rapat. Kai perlu menyelidiki ini. Tunggu, tapi untuk apa dia perduli?
"Gue lupa." Balas kelewat santai galaxy membuat kai menghela nafas panjang.
"Gue serius kak." Ucap tegas kai. Yang mana membuat galaxy berdecak.
"Untuk hari ini telat." Balas galaxy.
"Untuk hari ini? Berarti kemarin-kemarin?"
"Banyak tanya lo." Galaxy
"Ck, gue serius."
"Tawuran, bolos, telat, gue lupa apalagi." Nadanya terdengar malas dan kelewat santai.