Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading ...
Kebersamaan yang terjalin antara kedua ayah anak ini cukup membuat sebagian orang berdecak kagum. Namun ada juga yang yang bertanya-tanya siapa pemuda yang berada di samping pemilik perusahaan yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan?
Setatahu mereka, kalaupun pemuda itu anak dari tuan Kavello, pasti sudah diperkenalkan bukan? Ini, mereka keheranan. Namun ada juga yang berpikir bahwa pemuda itu keponakan Kavello.
Kemeja putih yang pas ditubuhnya, dipadukan dengan celana bahan hitam yang membuat kesan tampan dan berwibawa itu sangat lah cocok dikenakannya.
Rambut belah tengah berwarna hitam, lengan kemeja yang digulung sampai siku. Betapa menawannya sosok galaxy saat ini. Kavello tidak kalah modisnya dengan sang anak.
Kavello mengenakan setelan jass mahal berwarna hitam yang sangat pas dalam tubuhnya. Dasi yang terikat rapih senada dengan warna jas, dan rambut yang disisir kebelakang menambah kesan maskulin pada dirinya.
Walaupun Kavello tidak lagi muda, dan sudah memiliki lima buntut, Kavello ini masih tampan dan gagah. Aura kharismatik yang sangat kental pada durinya, itulah mengapa dulu Kavello tidak mudah mendapatkan pasangan.
"Jangan lupa pelajari bagian yang ayah bilang tadi. Akan ada pertemuan lagi diminggu ini." Ucap Kavello memperingati galaxy agar tidak lupa dengan pertemuan nya dengan kolega, agar nanti saat presentasi galaxy dapat meyakinkan mereka untuk bekerjasama dengan perusahaan miliknya.
"Hm, aku tidak pikun. Papa jangan bicara itu mulu." Balas galaxy cukup jengah.
Kavello sudah memperingati nya dari penginapan tadi sampai sekarang yang tidak bisa galaxy hitung berapa kali ayahnya mengucapkan hal yang sama.
"Iya, takut kau lupa. Kau kan pasti disibukan dengan sekolahmu nantinya. Apalagi sebentar lagi kau akan menghadapi ujian kelulusan."
"Itu papa tau, tapi sebisa mungkin aku membagi waktu." Balas galaxy membuka pintu mobil diikuti oleh Kavello.
Mobil yang mereka tumpangi melaju setelah barang-barang mereka masuk kedalam mobil. Mereka berbincang sedikit mengenai proyek, bisnis dan lainnya.
Keduanya dalam perjalanan pulang, setelah beberapa hari ini bekerja dikota orang. Kavello juga sempat membeli bingkisan untuk keluarga nya dirumah.
Disekolah, lebih tepat diruangan osis ada beberapa anggota osis yang masih stay disana, lebih tepatnya para perempuan yang bergosip membahas tentang kedatangan murid baru.