EPS #20
>>>
Happy reading
....
Di rumah sakit, banyak pemuda pemudi teman sepergaulan Galaxy yang menunggu harap-harap cemas. Pihak keluarga sudah dihubungi, namun belum ada satupun yang datang.
Rael, alias Kenzo sudah sangat frustasi akan kondisi sahabatnya. Dokter bahkan belum kunjung keluar dari ruangan yang terdapat Galaxy berbaring lemah tak sadarkan diri.
Kenzo, seseorang yang paling kacau diantara yang lainnya. Kenzo, pemuda yang terlihat acuh tak acuh sekarang ia merasakan kegundahan yang sangat-sangat kentara.
Wajah datar yang sering terlihat, kini penuh akan air mata dan kecemasan lainnya. Hesa yang biasanya tidak bisa diam, kini tertunduk lesu memikirkan nasib sahabatnya yang sedang berjuang didalam sana.
Semuanya, anggota CDR tidak ada yang baik-baik saja. Ketua yang selalu membuat mereka kuat dan tangguh bahkan terlihat keras, hanya ada sedih dan khawatir. Abu, seperti langit sekarang.
Seakan langit pun tahu, bahwa salah satu penduduk bumi sedang tidak baik-baik saja. Dan belasan bahkan puluhan anak CDR sedang bersedih, tidak baik seperti biasanya.
"Lo harus bertahan lax, harus! Gue, gue cuma punya lo.."
Gumam, Kenzo dengan suara getir karena terlalu lama menangis. Harus diakui, Kenzo memang hanya punya Galaxy dihidupnya. Galaxy satu-satunya orang yang selalu ada untuk Kenzo begitupun sebaliknya.
Lama saling mengenal, mereka tahu perihnya kehidupan satu sama lain. Lika-liku perjalanan yang rumit dan terjal, semuanya tak asing, karena mereka selalu bersama dan bersatu.
Diantara para sahabatnya yang lain, yang paling lama saling kenal dan mengenal adalah Galaxy-Kenzo yang sudah saling kenal sejak lama. Tidak heran, jika diantara mereka Kenzo-lah yang paling kacau.
tap
tap
tap
Suara gema langkah kaki memenuhi lorong rumah sakit. Dari suara yang terdengar samar, langkah itu membawa satu orang saja, yang seperti terburu.
hahh..hahh
"DIMANA KAKAK GUE???!"
Bisa tebak itu suara teriakan siapa? Jika kalian mengira itu suara Kai, maka jawaban kalian salah besar!
"Tenang, dokter masih nanganin Galax didalem, kakak lo lagi berjuang antara hidup dan mati, jangan sampai lo ngeduluin dia bodoh!"
Yang menyahut adalah Vero, pemuda itu menghampiri salah satu adik dari sahabatnya.
Vero menuntunnya untuk duduk supaya tenang, agar tidak membuat kegaduhan dirumah sakit ini.
"Lo abis dikejar bagong hah?! Keadaan lo bahkan gabisa disebut baik-baik aja." Lanjut Vero dengan menelisik penampilan adik temannya.
"Keadaan gue gak seberapa dibandingkan kondisi kakak gue sat!" Ucap Ragal yang rupanya belum meredakan emosi dan rasa khawatir yang bercampur menjadi satu itu.
Ragal, salah satu adik yang membenci keberadaan kakak keduanya, kini dengan kesadaran penuh dia mengkhawatirkan sosok yang selalu ia ucapkan kata benci.
"Tenang Ragal, lo jangan mancing keributan disini kalo gamau diusir satpam." Tekan Jake yang rupanya menengahi obrolan antara Vero dan Ragal yang bisa saja memancing kehebohan.
"Lo harus diobatin dulu, nurut atau kita pulangin lo paksa." Sambung Zey yang melihat luka pada tubuh pemuda itu lumayan parah.
Pasalnya Ragal datang dengan keadaan tidak baik-baik saja, luka memar dilengan, wajah yang terdapat beberapa tetesan darah akibat luka. Yang intinya, kondisi Ragal jauh dari kata baik.
"Ya."
Singkat, karena Ragal juga sudah kehabisan tenaga untuk melawan bahkan sekedar berbicara mengeluarkan suara.
Sementara itu Ragal diantar oleh Zey, karena pemuda itu cukup bisa mengendalikan diri dari emosi. Yang lainnya, mereka tetap menunggu didepan ruang Galaxy.
"Ragal, kalo pun ada saudara Galaxy yang nyamperin, harusnya Kai, bukan Ragal, gue curiga ada yang janggal dari kejadian ini."
Ucap Jake yang rupanya terbayang kejadian beberapa saat lalu. Mereka termenung memikirkan apa yang Jake katakan ada benarnya juga.
"Gue gatau pasti, tapi gue sepakat dengan Jake. Hesa hubungin bokapnya Galaxy 'kan? Kemungkinan, jam segini bokap Galaxy masih ada di kantor. Kata Galaxy bokapnya selalu lembur dan ga inget waktu kalo udah menyangkut perusahaan, pertanyaan besarnya, kenapa Ragal tau? Dan tepat sasaran dengan RS yang kita bawa Galaxy?"
Ungkapan Nico membuat mereka berfikir keras dengan kejadian janggal ini. Mengapa sekarang mereka merasa dipermainkan?? Serumit apaa sebenarnya hidup Galaxy??
"Terus, dari mana luka yang Ragal dapet?" -Sambung Nico
"Dari pengamatan gue, Ragal sebenarnya udah naruh curiga sama sikap Galaxy yang beda, dia tipe orang yang selalu waspada pada setiap orang. Dia keliatan polos, tapi jangan salah, dia menghanyutkan. Gue liat, dia gaakan jadi lawan, justru dia jadi kawan. Satu atau dua hari kedepan kalian liat sikapnya."
Mereka semakin dibuat linglung oleh pernyataan yang Kenzo ungkapkan. Tak habis pikir dengan rentetan kejadian yang tak pernah mendapat jalan nya.
Kenzo memilih membuka suara atas pengamatan nya akhir-akhir ini. Ia sudah mengamati Ragal dari jauh-jauh hari, termasuk saat penyakit Galaxy kambuh pada saat dikamar mandi dan disana terdapat Ragal bukan? Kenzo sadar penuh akan hal itu.
"Keluarga Galaxy memang penuh misteri, seakan setiap anggota keluarga itu punya rahasia yang mereka tutup kan satu sama lain. Gue juga yakin, saudara Galaxy termasuk Galaxy punya hal-hal yang 'mengejutkan." -Ucap Vero
Jake menaikan sebelah alisnya sambil menatap Vero. "Mengejutkan?"
"Gada yang taukan, rahasia apa aja yang telah mereka sembunyikan? Dan gue rasa itu akan lebih pantas disebut dengan 'kejutan." -Jelas Vero
"Udah, jangan riview hidup orang mulu, doa dulu, Galax lagi berjuang antara hidup dan mati lo pada malah asik gosip." Celetuk Hesa mendapat pelototan tak habis pikir dari semuanya.
.
.
.
"Terimakasih dok." Ucap Zey saat dokter telah memeriksa keadaan adik dari sahabatnya, Ragal.
"Tentu, itu sudah tugas saya." Dan dokter pun pergi diikuti oleh suster lainnya.
"Ka-kak gue gimana bang? Gue pengen liat kakak gue." Ucap Ragal susah payah melawan nyeri dan rasa kantuk yang menyerang secara bergantian.
Tangannya tertancap infus yang sudah disuntikkan oleh obat tidur agar luka yang dirasa oleh pemuda itu cukup tersamarkan dengan berisitirahat.
"Aman, kakak lo gabakal mati. Lo sendiri gimana? Jangan pikirin kakak lo dulu, dia aman sama CDR, gausah khawatir."
"Gabisa, gue pengen ngucapin sesuatu sama kak gala, gue mohon bawa gue temuin kak gala bang. Gue gabakal ngericuh, gue janji, gue gamau nyesel."
Zey terdiam, dia mencoba mempertimbangkan ucapan Ragal, akan tetapi kondisi pemuda itu yang membuat dirinya tak yakin.
"Fine, kita kesana."
TBC
....
Lanjut ??
KAMU SEDANG MEMBACA
[SUNOO] Galaxy Life
Nouvelles"aku tidak berubah, hanya saja kalian yang tidak mengenal ku." @_kasaaaa
![[SUNOO] Galaxy Life](https://img.wattpad.com/cover/366121861-64-k74695.jpg)