Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

27

1.8K 99 2
                                        


EPS 27

>>>

HAPPY READING
....

"Samudra belum usai dengan perang dalam dirinya, dree. Kondisi Samudra masih jauh dari kata baik."

Ucap sang dokter yang tengah menjelaskan kondisi Galax. Dokter itu merupakan sahabat Andree saat masih remaja. Narendra adalah dokter pribadi sekaligus sahabat dari Andree.

"Apa anak gue bisa sembuh ren? Gue gk sanggup liat dia berantakan kayak gini. Bisa tolong gue ren? Tolong bantu gue cari obat untuk Samudra."

"Obatnya ada didiri dia sendiri dree. Damai atau dendam yang dia pilih, dan itulah jawaban dari jalannya sendiri."

"Lo ngertikan maksudnya? Percuma lo mati-matian nyari psikolog atau psikiater terpercaya sekalipun kalau Samudra milih dendamnya kita bisa apa?"

"Gue... takut kehilangan--

"Gue tahu perasaan lo. Tugas lo sekarang kuatin Samudra. Kuatin juga diri lo."

"Gue gabisa bantu banyak disini. Dan untuk kedepannya mungkin kontrol emosi Samudra akan sedikit sensitif. Gue udah siapin obat, lo tinggal tebus aja di apotik."

"Iya, thanks bro udah bantu banyak. Gue banyak repotin lo."

"Kayak sama siapa aja lo. Udah sana jagain noh anak lo takutnya ngamuk lagi."

"Yee dasar! Lo gk pernah berubah ren, anti banget sama meromantisasi."

"Karena gue Narendra."

"Ya ya ya. Yaudah, gue tebus obat dulu."

"Ya, silahkan."

Disetiap langkah yang Andree bawa, begitu banyak pertanyaan muncul. Dari hal positif sampai negatif. Kekhawatiran pun turut serta, rasa gundah yang selalu merayapi hatinya, dan rasa kegelisahan lain yang membuat fikiran Andree terasa berat.

"Samudra putra gue, dia putra sulung gue. Gue harus memperjuangkan kebahagiaan dia, tapi sampai sekarang Samudra belum bisa bahagia."

"Setidaknya, gue bisa jadi obat buat putra gue. Dengan memberi kasih sayang yang melimpah setidaknya Samudra sedikit bahagia walau gue tahu dia selalu menderita dengan masa lalu hidupnya."

.
.
.

"Mas kamu gk bilang kalau habis jenguk anak itu. Kamu udah gk hargain aku sebagai istri kamu!? Kalau Kairav gk bilang, mungkin kamu gabakal bilang, dan aku gabakal tahu."

Rasa kesalnya lebih mendominasi sekarang daripada kewarasannya. Vera yang mengetahui jika suaminya menemui Galax merasa kesal dan marah. Apalagi dengan Kavello yang tidak mengatakan sesuatu pada dirinya.

"Maaf untuk itu ver, tapi aku ingin. Aku menyesali perbuatan ku selama ini. Lagipula jikapun aku meminta izin padamu takan kau beri izin kan? Sudahlah, dia juga putra ku."

Setelah mengatakan kalimat panjang itu Kavello pergi tanpa kata lagi. Tidak ingin memperpanjang masalah yang pasti ujungnya akan berakhir dengan perdebatan.

Memilih menyibukan diri diruang kerja dengan memantau saham dan membaca beberapa dokumen. Kavello merasa berat karena mengerjakan pekerjaan seorang diri, yang biasanya akan sedikit berkurang karena dibantu oleh Galax.

"Benar, Samudra berperan penting dalam hidup ku. Bahkan baru beberapa hari dia tidak berada dirumah aku sudah kelimpungan. Aku semakin merasa bersalah dengan anak itu."

Sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa berat dan pusing dibagian alis. Kavello selalu terjaga setiap malamnya karena dihantui oleh bayang-bayang masa lalu dan rasa bersalah kepada Galax dan Diana.

[SUNOO] Galaxy LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang