Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

26

1.6K 106 4
                                        


EPS 26

>>>

HAPPY READING
...

"Takdir lo pilihannya ada di lo,
tinggal pilih aja lo mau ke jalan yang mana."

@_kasaa

•••

"Sam,"

Panggilan dari suara asing membuat pemuda dengan nama samudra itu menoleh kearah sumber suara. Dilihat dari tampilan seseorang itu, Samudra bertanya-tanya dalam benaknya.

"Bagaimana keadaanmu? Sudah membaik?"

"Ya."

Canggung.

Padahal keduanya memiliki ikatan darah kental, antara ayah dan anak. Namun, Seperti layangan putus dari talinya. Keduanya tampak jauh terbentang.

Layangan yang terbang bebas tak tentu arah. Sedangkan tali layangan yang tersisa terbelit satu sama lain setelah kepergian layangan tersebut.

Kondisi keduanya sama seperti layangan putus. Kavello yang terbelit dengan masa lalu, dan Galax yang lepas terbang tak tentu arah.

"Maaf saya baru bisa menjenguk."

Kavello sekuat tenaga menahan egonya sendiri untuk sekedar mengucapkan kalimat simpel dengan arti luar biasa, 'maaf'.

Galax diam, tak ada respons lebih dari hening yang sedari tadi menelan kecanggungan. Basa-basi yang Kavello ucapkan seakan angin lalu yang semakin menerbangkan layangan itu.

"To thep point saja."

Tidak tahan dengan basa-basi pria tua yang sialnya merupakan ayah Galax. Itu yang galax sayangkan.

"Hah...jadi begini, saya meminta maaf sebesar-besarnya untuk semua kesalahan saya dimasa lalu sampai sekarang ini. Saya benar-benar menyesal akan hal ini Samudra. Ampuni saya, saya tidak bisa hidup tenang dengan terbelenggunya saya dimasa lalu."

Galax diam, tak menduga akan adegan dramatis ini. Dirinya sudah muak dengan segala adegan drama pada hidupnya. Dengan emosi yang membara lantas Galax menjawab dengan lantang dan penuh dengan penekanan.

"Apakah maaf mu dapat membuat ibuku hidup kembali hah?! Apakah maaf mu itu bisa membuat aku kembali merasakan kasih sayang ibuku?! Kau berfikir aku semudah itu memaafkan mu?! Tidak! tidak akan ada kata maaf untuk mu, tuan Kavello."

"Pergi."

Kalimat yang Galax ucapkan selanjutnya semakin membuat Kavello semakin terjerumus pada jurang penyesalan. Penyesalan yang mendalam kepada putra yang telah ia campakan ini.

Kavello masih menetap ditempatnya. Membuat Galax semakin muak. Pemuda itu bahkan kehilangan kendalinya.

"Pergi sialan!"

Teriak Galax penuh emosi. Bahkan urat-urat pada lehernya timbul menandakan sebesar apa emosi Galax kali ini.

Kavello pergi setelah mendapat bentakan. Rasa sakit yang Kavello terima tidak sebanding dengan perlakuan nya dimasa lalu. Tidak hanya mencampakkan Galax, tapi Kavello telah menelantarkan wanita yang tidak bersalah itu.

[SUNOO] Galaxy LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang