Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

22

1.6K 119 5
                                        

EPS 22

>>>

HAPPY READING
.....

"Kairav,"

Panggilan dari suara berat yang berasal dari Kavello membuat Kairav menghentikan langkahnya. Dengan refleks tubuh yang langsung menghadap sang ayah diruang tamu.

"Ya, ada apa?"

"Sudah mendengar berita mengenai 'dia?"

"Ya."

Kairav langsung menjawab dengan cepat, pemuda itu menunggu apa yang akan ayahnya ucapkan selanjutnya.

"Kau akan ikut?"

Kairav terdiam mencerna, merasa linglung dengan sikap ayahnya yang jauh dari ekspektasi Kairav.

"Papa akan menjenguk anak itu?? Yang benar saja pah!!"

Kavello yang kini terdiam, merasakan aura hitam pada putra sulungnya. Kairav, dari dulu kurang menyukai galax, Kairav juga kurang suka dengan galaxy. Karena mereka, mempunyai rupa yang sama.

"Mau bagaimana pun dia, Samudra putra saya, Kairav. Saya sadar, bahwa apa yang saya lakukan dulu salah, saya menyesali perbuatan saya dimasa lalu dan ingin---

"Ingin memperbaiki hubungan dengan anak haram itu?? Iya?? Benar apa yang Kairav tebak??"

Kavello menunduk seraya mengangguk membenarkan apa yang putranya serukan. Kavello sudah tidak ingin dibayang-bayangi rasa bersalahnya kepada Diana. Sudah cukup ia juga menderita karena kejadian kelam itu.

"Papah hanya--

"Sudah lah, dari awal memang keluarga kita sudah hancur."

Kairav pergi setelah mengucapkan kalimat yang menyayat hati Kavello. Tak bohong, rasanya sakit mendengar pengakuan putranya bahwa keluarga yang ia pertahankan memang sudah hancur dari lama, walaupun sudah ia tambal berkali-kali.

Dibalik tembok pembatas, ada Kairagi yang mengintip pertengkaran mereka. Dengan pandangan kebawah dan fikiran yang berkecamuk Kai tidak bisa mendeskripsikan perasaannya, namun anehnya wajah pemuda itu masih datar dengan mata kosong.

"Semuanya berantakan, keluarga ku berantakan. Yang bisa aku jadikan bahan pegangan siapa??"

Dengan langkah tanpa suara, Kai naik menuju kamarnya berada. Muak dengan pertengkaran antar keluarga nya yang tidak akan pernah usai. Apakah ini sebuah karma dari ayahnya?

"Aku butuh sandaran..."

.
.
.

"SIALAN!! GUE BENCI!! GUE BENCI LO SAMUDRA AGLAX KAILAND!!"

Dengan urat leher yang tercetak jelas, pemuda yang diselimuti kabut amarah itu berteriak lantang menyuarakan apa yang membuat nya bisa se-frustasi ini.

"Kenapa gk gue bunuh aja dia sekalian? hahahah~"

Seperti orang kesetanan, yang tadinya diselimuti hawa hitam berubah menjadi tertawa lantang dengan senyum memenuhi wajah yang tampak mengerikan.

[SUNOO] Galaxy LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang