Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

23

1.5K 103 1
                                        


EPS 23

>>>

HAPPY READING
....

"Hidup itu seperti game,
apabila tidak bisa bermain maka kitalah yang akan dipermainkan.

—rii

••••

"EYYO WASAP BRO!!"

Suara menggelegar yang berasal dari Veros menyita atensi Galax yang tengah mengutak-atik laptop nya entah apa yang pemuda itu lakukan disana.

"Lagi apa bro?"

Veros masih lanjut dengan tingkahnya sambil mendekat kearah Galax dan merangkul akrab sohibnya ini.

"Berak."

"Ihhh galax sekarang lucu deehh...jadi gemesh!"

"Lo yang gemesh Ver, saking gemesnya pengen gue tendang pala lo."

"Anjing ngeri lo."

"Berhenti sama basa-basi Ver, gue faham maksud lo."

Galax berucap dengan serius, disana hanya ada 7 pemuda inti CDR saja. Sedangkan Ragal dan Rama mereka pulang kerumah masing-masing tentu atas paksaan Galax sendiri.

"Oke, jadi apa rencana selanjutnya."

Ucap Veros yang sudah ganti dengan mode serius.

"Kalian cukup bersikap seperti biasa. Ragal dan Rama udah gue atur gimana, sedangkan itu gue lanjut main-main sama anggota keluarga sialan itu."

Meraka mendengar dengan seksama apa yang Galax ucapkan. Semuanya diam, seperti mengheningkan cipta.

"Ada nyawa lagi selanjutnya?"

Pertanyaan itu berasal dari Kenzo, yang menanyakan apakah ada nyawa yang melayang lagi untuk permainan selanjutnya atau tidak.

"Pasti, gue butuh umpan buat permainan ini lancar."

Jawaban Galax membuat Kenzo dan yang lainnya mengangguk paham. Sudah biasa bagi mereka mempermainkan seseorang seperti ini. Karena bagi mereka 'hidup itu seperti game, apabila tidak bisa bermain maka kitalah yang akan dipermainkan.

right?

"Lo, udah tahu siapa dalang dari kecelakaan ini lax?"

Kali ini Jake yang bertanya. Karena mereka belum sempat merundingkan hal ini kepada Galax, dan hanya mereka berenam lah yang baru tahu akan hal ini.

"Off course, hal sekecil apapun itu gue tahu. Biarin, biar gue yang turun tangan langsung."

Mereka hanya mengangguk karena apa yang Galax ucapkan barusan adalah hal mutlak yang tidak bisa mereka cegah.

"Kalian, jaga Andra. Gue gk yakin bakal selalu ada buat tuh bocil, jadi gue titip sama lo pada."

"Tanpa lo suruh kita bakal jaga Andra, dia adik kami juga lax."

Galax mengangguk puas dengan jawaban mereka.

"Udah, kalian happy-happy aja. Gue mau kerja dulu."

Dirasa situasi sudah kembali santai, mereka pun bersenang-senang di ruangan inap Galax. Karena Galax yang berada di ruangan VIP dengan fasilitas lengkap, mereka berenam membawa PS untuk mereka mainkan dan yaahh diruangan itu sangat berisik oleh suara mereka yang mengumpat.

[SUNOO] Galaxy LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang