cast: park jeongwoo × you
happy reading!
.
.
.
"Sayang ayo makan dulu."
"Gak usah nyuruh nyuruh, gue bisa sendiri," balas kamu ketus seraya mendorong kursi roda mu menuju meja makan.
'ya tuhan, gue capek, apa dia bakalan terus bersikap seperti ini selamanya sama gue?'
Tak menyerah sampai disitu, Jeongwoo pun menghampiri kamu yang berada di meja makan. Bukannya memakan makanan yang telah Jeongwoo suguhkan, kamu justru malah merenung seperti seseorang yang sudah kehilangan arah.
Dengan perasaan yang sedikit ragu, Jeongwoo memberanikan dirinya untuk mendekati kamu dan memegang sebagian pegangan kursi roda.
"Maaf."
"Emangnya dengan kata maaf sampah lo itu, kaki gue bisa kembali lagi kayak dulu?" Kamu langsung menghempaskan tangan kekar milik Jeongwoo lalu membuang pandangan ke jendela.
"Gara gara lo, hidup gue jadi berantakan!"
.
.
.
"Habis ini gue bakalan tidur lah, ngantuk banget sumpah," gerutu seseorang yang sedang mengendarai sambil terus menguap.
Awalnya semua berjalan biasa saja dan tidak ada yang aneh kalau menurutnya, secara perlahan Jeongwoo menutup mata namun tidak terlalu tertutup karena ia masih bisa melihat apa saja aktifitas yang terjadi di jalanan.
Namun yang tak ingin ia inginkan, semuanya terjadi sekarang. Sebuah teriakan histeris yang memekakkan telinga berhasil membuat pemuda Park itu kembali tersadar dari rasa kantuknya.
Hal itu sama sekali diluar dugaannya, dia melihat seorang wanita yang terkapar lemas di jalanan dengan darah segar yang membanjiri kakinya.
Ternyata setelah kejadian itu ia tak langsung menyadari, namun sesaat kemudian dia mulai menyadari sesuatu,
kalau ia baru saja merenggut nyawa seseorang.
.
.
.
"Apa? Anda mengamputasi kedua kaki saya?!"
"Mohon maaf mba, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik. Jika luka ini dibiarkan dan tidak di amputasi maka nyawa anda yang jadi taruhannya."
"Tapi kalau dokter amputasi kaki saya, saya jalan pake apa, hah?!"
"Maaf tapi hanya itu yang dapat kami upayakan saat ini dan jika mba ingin berjalan, mba bisa memakai kursi roda," saran dokter tersebut dengan penuh penyesalan.
"Kalau begitu saya permisi."
Belum ada semenit sejak kepergian dokter dari ruangan mu, pintu ruangan mu kembali terbuka dengan menampakkan seseorang yang belum kamu lihat sebelumnya bersama ayahmu. Keduanya langsung berjalan beriringan menuju tempat tidur mu.
"Ayah, dia siapa?"
Ayahnya memang sudah menduga jika anak nya akan menanyai hal itu, lantas ia hanya tersenyum kecut karna ia sudah mengetahui apa yang selanjutnya akan terjadi atas perkataannya.
"D-Dia Jeongwoo nak, orang y-yang sudah membuatmu menjadi sep─
JADI L─"
KAMU SEDANG MEMBACA
[ii] treasure imagine
Fanfictionhanya hasil tulisan yang di pindahkan dan didaur ulang disini. hope u like it! ー slow update & random typing ! ー sorry for typo(s)! don't plagiarisme please!
![[ii] treasure imagine](https://img.wattpad.com/cover/353137793-64-k115872.jpg)