cast: kanemoto yoshinori × you
happy reading!
.
.
.
"Please... lo mau yah bantuin gue!!" mohon nya.
Sebenarnya kamu sih mau mau aja ngebantu dia, tapi... kalau kamu bantu dia itu tandanya gak ada lagi harapan kamu buat suka sama dia.
Soalnya diaa minta kamu buat bantu dia buat menyatakan perasaannya ke seseorang yang dia suka. Lebih parahnya, dia adalah sahabat kamu sendiri.
"Gue gak tau lagi harus minta bantuan sama siapa selain sama lo."
'emangnya harus banget gitu minta bantuannya sama gue?'
"Yaudah deh kalau lo maksa, gue bakalan bantuin lo."
.
.
.
Hampir sebulan semenjak kamu bantuin Yoshi dan pacaran sama orang yang dia suka, dan selama itu juga dia gak pernah lagi kabarin kamu tentang keberadaannya ataupun sekedar balas chat itu juga gak pernah dia lakuin.
Jujur, selama itu juga kamu mulai kangen akan keberadaannya di hidup kamu.
Setiap hari selalu kamu chat hampir di semua media sosial yang dia punya dan hampir setiap hari gue stalk-in akunnya.
Meskipun online, tapi gak ada niatan dia sedikitpun buat mencoba ngabarin kamu. Apa jangan jangan dia udah lupa kalau kamu itu pernah ada di kehidupannya?
Karena gak tau lagi mau ngapain, akhirnya kami mutusin buat buka instagram dan ngeliat story para followers kamu yang lumayan banyak.
"Yoshi?" gumam kamu pelan waktu ngelewatin story dia. dia banyak berubah sekarang, beda jauh sama yang kamu liat sebulan yang lalu.
Tepat di story yang Yoshi posting, Yoshi tengah foto bersama pacarnya, dia juga men─tag pacarnya.
Secara tak sengaja jari gue memencet username seseorang yang memperlihatkan sebuah halaman baru dari instagram dan berujung kamu nge stalk-in akun pacarnya.
Hampir semua postingan nya berisikan tentangnya dan juga Yoshi. Bahkan beragam komentar di postingannya pun mendukung hubungan mereka.
Karena kamu udah bener bener panas, akhirnya kamu mutusin buat gak lagi buka instagram.
"Ish komentarnya semuanya benar, mereka memang cocok banget! cocok pake ba─banget malahan!" ucap kamu penuh penekanan dengan refleks melempar ponsel ke sembarang tempat.
Untung aja kamu gak melempar ketempat lain, jadi sesuatu hal yang gak kamu bayangin gak terjadi.
tok...tok...tok...
Gak biasanya hari libur begini ada yang kerumah. "Sebentar!"
Dengan terpaksa kamu lah yang harus membukakan pintu karena disini gak ada sama sekali manusia yang terlihat oleh penglihatan kamu.
Betapa terkejutnya kamu pas buka pintu, dia, orang yang selama ini kamu tungguin ada dihadapan kamu. Tapi dia gak sendiri, dia bersama pacarnya yang juga sahabat kamu.
"Hai, apa kabar kalian?"
"Kita baik kok," jawab Vania yang langsung di beri anggukan oleh Yoshi.
"Oh iya lo mau gak ikut sama kita? Kebetulan kita berdua mau ke lotte world."
"Sebenarnya sih gue mau ikut, tapi gimana ya? Masih banyak banget perkejaan yang harus gue kerjain," bohong! itu cuma bohong, padahal mah kamu gak lagi ngerjain apapun. "Next time aja ya?"
"Alasannya klasik banget sih y/n, udah lo ikut kita aja," paksa Yoshi yang hampir memegang lengan kamu tapi gak jadi sebab kamu langsung menjauh.
"Bener tuh kata Yoshi, udah ikut aja."
Karena terpaksa akhirnya kamu mutusin buat ikut sama mereka, tapi kamu rada gak yakin sama endingnya.
.
.
.
Di mobil kamu lebih menyibukkan diri sama ponsel kamu daripada sama mereka.
Sebenarnya kamu bisa aja sih ngobrol sama mereka, cuma kamu gak mau ganggu mereka ya jadi kamu memilih buat berdiam diri aja sampai ketiganya bener bener sampe tujuan.
Kita telah sampai ditempat tujuan, lotte world. Kalau mereka berdua berjalan beriringan didepan, sedangkan kamu mengekori mereka dari belakang.
Bukan apa apa kamu ngelakuin gini, ya karena kamu gak mau ganggu mereka.
"y/n, Yoshi, ayo kita main itu!" ajak Karina yang sudah menarik lengan keduanya.
"Lo sama Yoshi aja yang naik, gue tunggu sini."
"Entar lo disangka anak yatim sana orang kalau ngga ikut kita, udah ayo naik," ledek Yoshi yang ikut narik tangan kamu.
'gue emang anak yatim, piatu juga malah.'
Tanpa kamu bilang 'iya' ke mereka, mereka udah nge bawa kamu ke salah satu wahana ekstrim yaitu roller coaster "Van, lo serius mau ngajak gue main ginian?"
Vania mengangguk lalu memasang wajah mengejek. "Lo takut?"
"Pake nanya, iyalah!" kata kamu dengan sedikit meninggikan nada bicara.
"Masa lo lupa sih? Dulu kan lo yang paling inget, bahkan lo selalu ngingetin gue setiap gue lupa."
"Sorry, gue lupa," ucapnya sembari cengengesan.
"Lo tau sendiri kan otak gue tuh penuh sama Yoshi, ya jadi maafin gue kalau gue lupa."
Kamu gak nge bales ucapan dia, tapi kamu malah mengalihkan topik pembicaraannya. "Gue tunggu sini aja."
Kayaknya mereka emang gak bisa lagi maksa kamu, jadi mereka menuruti ucapan kamu dan meninggalkan kamu disini bersama kerumunan lalu lalang para manusia.
Sesekali kamu menoleh dan melempar senyum kalau mereka manggil dan selebihnya kamu hanya diam sambil terus memperhatikan roller coaster yang berputar.
"Seandainya yang ada diposisi Vania itu gue, pas─ gak gak! lo gak boleh kayak gitu! Lee y/n, dia udah punya pacar!" buru buru kamu menepis pikiran kamu yang udah ngelantur kemana mana, karena kayaknya gak akan mungkin buat kamu masih menyimpan perasaan apapun sama Yoshi.
Dan lebih parahnya, orang yang kamu suka itu punya sahabat kamu sendiri.
'mulai sekarang gue harus bisa lupain dia!'
tbc.
don't skip vote and comment after reading this stories, thank you!
ー may 10, 2023.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ii] treasure imagine
Fanfictionhanya hasil tulisan yang di pindahkan dan didaur ulang disini. hope u like it! ー slow update & random typing ! ー sorry for typo(s)! don't plagiarisme please!
![[ii] treasure imagine](https://img.wattpad.com/cover/353137793-64-k115872.jpg)