only you.3

70 5 8
                                        

cast: park jeongwoo × you
happy reading!

.

.

.

"Mama kamu bener woo, orang kayak kamu gak pantes buat tinggal di tempat sampah kayak gini."

Jeongwoo yang tiba tiba mendengar kamu berbicara seperti itu langsung kaget bukan main, ia pikir kamu sudah terlelap sedari tadi, tetapi Jeongwoo salah. Kamu lagi lagi harus mendengarkan semua ocehan menyakitkan itu.

"Sayang, dengerin aku ya, ini tuh rumah yang nyaman banget bagi aku dan bukan tempat sampah!"

"Ya itu menurut kamu, kalau menurut pendapat mama mu? rumah ini memang tempat sampah woo! Orang berada kayak kamu mana mungkin bisa betah dirumah begini, kehidupan kamu sama aku itu beda woo! Mending kamu terima aja perjodohan itu, aku yakin hidー woo?"

Ucapan kamu langsung seketika karena tiba tiba saja Jeongwoo memelukmu dengan begitu erat seperti enggan untuk melepaskan. "Kamu kenapa woo?" Lirih kamu

"Harusnya aku yang nanya y/n, kamu kenapa terus maksa aku buat terima perjodohan itu? padahal kan aku cinta nya sama kamu!" Balas Jeongwoo pelan namun penuh penekanan.

"Pokoknya aku gak bakalan kemana-mana, aku bakalan tetep disini apapun yang terjadi!"

"Tapi woo? Aku nggak yakin..."

"Kamu mau aku yakinin pake cara apa y/n sayang? Bilang, biar aku bisa lakuin detik ini juga!" Ucap Jeongwoo berapi api dengan posisi yang tak lagi memeluk kamu.

Bukannya membalas ucapan Jeongwoo, kamu hanya bergeming sambil menatap Jeongwoo yang kini berada dihadapan mu yang juga tengah menatapmu penuh harap.

"Apa perlu aku loncat dari pohon tauge biar kamu bisa yakin sepenuhnya sama aku?"

Kamu yang dari tadi hanya diam, kini langsung berusaha untuk tidak tertawa karena ucapan Jeongwoo yang nyeleneh barusan.

"Ketawa mah ketawa aja, jangan ditahan tahan," Jeongwoo terkekeh geli.

"Kata siapa aku mau ketawa?" Kamu kembali memasang wajah serius.

"Kata suami kamu," jawab Jeongwoo percaya diri.

"Kamu baru jadi tunangan aku woo, kalau kamu lupa," kini kamu yang terkekeh geli.

Jeongwoo yang mendengar nya langsung mendekatkan wajahnya kearah kamu sambil tersenyum sinis. "Kayaknya kamu lagi ngode aku ya biar dinikahin hari ini juga kan?"

"Woo please, gak gitu konsepnya!"

"And then?"

"Cuma ngingetin aja babe," cicit kamu pelan .

Cuma ngingetin katanya, eh tapi, kamu bilang apa tadi? babe? Seketika Jeongwoo hanya bisa melongo saat berhasil mencerna ucapan kamu. Dia nggak salah denger, kan?

Tanpa membalas ucapan mu, Jeongwoo tiba tiba bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu keluar. Namun sebelum ia menyentuh gagang pintu, ia kembali menoleh kearah mu. "Aku tunggu di mobil, ya sayang."

Mau kemana sekarang?

.

.

.

Sudah sepuluh menit semenjak keduanya turun dari mobil dan memasuki sebuah mall, tetapi Jeongwoo tak kunjung mengatakan kemana mereka akan pergi.

Jeongwoo masih sibuk melihat lihat sekitar sambil terus menggenggam tangan mu. Kamu yang kesal langsung berhenti berjalan yang membuat Jeongwoo mengerutkan keningnya. "Kok berhenti bi, capek? Mau aku gendong?"

[ii] treasure imagine Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang