cast: choi hyunsuk × you
happy reading!
.
.
.
"Kak Hyunsuk?"
Merasa terpanggil, Hyunsuk pun langsung menoleh kebelakang. "y/n? Ngapain lo disini?"
"Mau beli makan gue," jawab kamu seadanya. "Kakak sendiri ngapain masih didepan gerbang sekolah? Lagi nungguin siapa?"
"Bukan nungguin orang, tapi ban motor gue bocor," jawab Hyunsuk. "Dan gue juga gak tau bengkel disekitar sini dimana, makanya gue tetep disini."
Karena tak tega melihat kakak kelas muー yang notabenenya adalah crush mu itu sedang kesusahan, kamu pun berinisiatif untuk membantunya. "Mau gue anterin gak ke bengkel? Kebetulan ada bengkel deket deket sini."
"Ngerepotin gak nih?" Hyunsuk memastikan.
"Gak sama sekali kok."
"Yaudah deh, thanks yah."
Kamu pun tersenyum. "Yoi, santai aja."
"Mau gue bantu dorong gak kak?"
Hyunsuk menggeleng cepat. "Gak usah biar gue aja yang dorong, kasian nanti lo nya."
"Santai aja napa, kayak sama siapa aja," Hyunsuk pun pasrah dan membiarkan kamu ikut serta mendorong motornya.
Sebenernya kamu sudah lama sekali menyukai lelaki bermarga Choi tersebut, atau lebih tepatnya sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Awalnya kamu mengira perasaan itu mungkin akan menghilang seiring berjalannya waktu.
Namun nyatanya perasaan itu dari waktu ke waktu malah semakin mendalam, sepertinya kamu benar benar jatuh hati padanya.
Seakan menjadi sesuatu yang sudah ditakdirkan semesta, kamu dan Hyunsuk bisa dikatakan selalu menempuh pendidikan ditempat yang sama, bahkan hingga kini. Maka kamu pun tak heran mengapa perasaan itu tak kunjung menghilang.
Justru sebaliknya, kamu semakin tenggelam didalamnya.
.
.
.
"Makasih ya udah mau nolongin gue," ucap Hyunsuk sesampainya dipekarangan rumahmu.
"Sama sama," balas kamu. "Mau mampir dulu gak? Lo keliatan capek banget kak soalnya."
Tadinya Hyunsuk ingin menolak, tapi ia juga beneran lelah bukan kepalang, jadi ia putuskan akan mampir sebentar sebelum kembali ke rumah. "Boleh deh."
Hyunsuk memarkirkan kendaraanya di pekarangan rumah kamu dan langsung mengikuti kamu untuk masuk ke rumah.
"Tunggu disini dulu ya, gue mau ke dapur."
"Iya y/n."
Gak lama kamu kembali keruang tamu dengan membawa segelas es teh beserta camilan ringan buat Hyunsuk "Diminum kak."
"Sorry ya ngerepotin lo terus dari tadi."
"Santai aja kali."
Hyunsuk pun mengambil minum yang telah disediakan lalu menegaknya hingga tersisa setengah. Maniknya kini sibuk melihat lihat sekitar seperti tengah memperhatikan sesuatu. "Oh iya, orang tua lo kemana? Kok sepi banget ni rumah perasaan."
"Anu, udah jadi ubi kak mereka."
"Hah? Maksudnya gimana?"
Kamu tersenyum pahit, "Udah meninggal mereka kak."
KAMU SEDANG MEMBACA
[ii] treasure imagine
Fiksi Penggemarhanya hasil tulisan yang di pindahkan dan didaur ulang disini. hope u like it! ー slow update & random typing ! ー sorry for typo(s)! don't plagiarisme please!
![[ii] treasure imagine](https://img.wattpad.com/cover/353137793-64-k115872.jpg)