runtuh

332 14 0
                                        

‎ ‎

cast: hamada asahi × you
happy reading!

.

.

.

"Dek, lo nggak pa-pa 'kan?"

Seketika kamu mulai tersadar dari lamunan mu akibat ucapan kakak mu barusan. "Gue gapapa bang, lanjut aja makannya ya."

"Hm."

"Btw, mau gue antar nggak ke kampusnya?" Tanya Junkyu sebelum menyuapkan satu sendok terakhir kedalam mulutnya.

"Gak usah bang, lo duluan aja, masih ada yang harus gue kerjain soalnya disini."

Junkyu pun mengangguk setelahnya. Merapihkan alat makan yang sempat ia pakai lalu menaruhnya di wastafel dan mulai mencucinya.

Melangkahkan kakinya kembali menghampiri mu yang masih setia duduk dimeja makan walaupun sudah selesai makan.

"Yaudah kalau gak mau gue antar, gue berangkat kekantor dulu ya? Lo kalau mau berangkat jangan lupa kunci rumah dan hati hati dijalan, jangan sambil main hp! Dan satu lagi kalau udah waktunya pulang ya pulang, bye dek."

.

.

.

"Heh yatim, ngapain lo duduk di kursi gue?"

Mendengarnya membuatmu seketika langsung berdiri sambil menatap seorang mahasiswi yang jauh lebih pendek dari mu itu.

"Bukannya siapa aja boleh ya duduk di bangku ini. Dan sorry gue itu punya nama dan nama gue bukan yatim!"

Sebuah tatapan mengejek kamu dapatkan dari lawan bicaramu. "Tapi kan tetap aja kalau lo udah gak punya bapak itu disebutnya yatim!"

"Eh tapi kalian mau tau yang lebih parahnya gak?" Seruan jawaban mulai terdengar memenuhi penjuru kelas seni yang dimana semua mahasiswa/i disana setuju dengan apa yang ingin diucapkan gadis pendek tersebut.

"Ibunya itu sering banget gonta ganti pasangan dan yang gue denger katanya besok ibunya mau nikah lagi loh!" Ucapnya dengan lantangnya seperti merasa bangga dengan apa yang ia ucapkan barusan.

Kini dirimu mulai menatap gadis tersebut dengan tatapan yang sangat mematikan hingga membuat satu persatu dari mereka mulai memundurkan langkahnya.

Tetapi tidak dengan gadis itu, dia masih terus berdiri di hadapanmu alih alih mundur seperti yang lain.

Hingga pada saat dirinya ingin berbicara kembali, sebuah tamparan keras berhasil kamu layangkan pada gadis tersebut karna sudah berani beraninya mengibarkan bendera perang pada dirimu yang memang lagi ingin memangsa seseorang untuk dijadikan pelampiasan amarah.

"Shit, maksud lo apa y/n? BERANI BANGET LO TAMPAR GUE!"

Namun kamu yang dibentak dengan ucapan seperti itu hanya bisa tersenyum mengejek kearah lawan mu. "Gak kebalik? Bukannya harusnya gue yang ngomong gitu ya? BERANI BANGET LO NGOMONG GITU SETELAH LO BERHASIL BUAT MEMPERMALUKAN ANGGOTA KELUARGA GUE DIHADAPAN YANG LAIN!"

Kamu pun menyempatkan diri untuk mundur selangkah guna mengatur nafas mu yang tersengal-sengal seperti orang yang habis lomba marathon, benar benar sangat melelahkan dan kamu benar benar membutuhkan air mineral sesegera mungkin!

[ii] treasure imagine Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang